Articles by "Anak-Anak"
Showing posts with label Anak-Anak. Show all posts
no image
Seperti yang kita ketahui sekarang ini bahwasanya seseorang yang umurnya di bawah 17 tahun sepertinya tidak boleh bekerja secara profesional karena dianggap di bawah umur.  Perusahaan atau orang yang memberikan pekerjaan pada anak-anak di bawah umur diancam keras dengan hukuman pidana.  Tentu saja orang-orang dan perusahaan-perusahaan tidak mau merekrut pegawai yang masih berumur di bawah tujuh belas tahun.

Padahal seseorang yang sudah berumur 14 tahun sudah bisa disebut sebagai orang dewasa berdasarkan ajaran agama Islam, asalkan sudah genap berusia 15 tahun berdasarkan perhitungan kalender hijriah.  Bahkan yang belum berumur 14 tahun pun bisa jadi dewasa jika sudah menampakkan tanda-tanda fisik sebagai orang dewasa sejati.  Jadi seseorang yang umurnya 10 tahun pun bisa dianggap dewasa jika sudah ada tanda-tandanya.  Celakanya budaya kita tetap memperlakukan anak yang sudah berubah menjadi baligh tetap sebagai anak-anak.  Bahkan kadang yang sudah kuliah pun masih dianggap sebagai anak-anak.

Saat ini banyak perusahaan yang enggan menerima karyawan yang terlihat masih abg karena takut tidak bisa bekerja secara profesional dan akan bersifat kekanak-kanakan selama menjalani pekerjaannya.  Jadi wajar saja jika banyak anak gadis usia belia yang terjebak dalam dunia prostitusi dan pemuda remaja usia tanggung yang melakukan tindak kenakalan karena mereka memang tidak punya kesibukan yang menghasilkan.  Mau ingin punya penghasilan sendiri dilarang-larang dan dipersulit.  Ingin menikah dan punya keluarga sendiri pun dilarang-larang.  Memang aneh bukan?

Bagaimana Cara Anak-Anak Mendapatkan Pekerjaan yang Menghasilkan Uang Banyak?

Jadi bagi kamu-kamu yang sudah ingin punya pekerjaan sendiri namun terbentur usia yang masih sangat muda belia hendaknya jangan berkecil hati.  Jika memang sudah masuk dalam usia baligh secara agama maka ciptakanlah pekerjaan bagi diri kalian sendiri.  Dengan demikian tidak ada lagi orang yang disalahkan dan dipenjara karena memberi pekerjaan kepada anak di bawah umur.

Peluang bisnis yang masih terbuka lebar adalah sektor perdagangan.  Terutama di sektor online di mana siapa pun bisa masuk ke dalamnya.  Buatlah tim bisnis sendiri dengan teman-teman sebaya yang memiliki keinginan dan cita-cita yang mirip.  Jika dilakukan dengan baik tentu tidak akan dipermasalahkan oleh pihak yang berwenang dan juga keluarga.  Bisa jadi malah didukung oleh semua pihak karena justru sekumpulan orang-orang yang dianggap sebagai anak-anak malah menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang dewasa.

Sebelum menjalani usaha mitalah pendapat dan izin dari orangtua dan guru.  Hindari melakupan pekerjaan yang justru akan menghancurkan sekolah atau kuliah kalian.  Jika melakukan sesuatu dengan terburu-buru dan gegabah, hasilnya nanti justru akan malah kacau jadinya.  Intinya jangan patah semangat, selalu bekerja keras, inovatif, kreatif, jangan berlebihan, jangan lupa ibadah dan sekolah.  Selamat mencoba dan semoga berhasil sukses selalu.  Terima kasih.
no image
Anak-anak pada umumnya belum bisa menjaga dirinya sendiri dari berbagai hal-hal negatif yang bisa menimpa pada diri mereka.  Anak-anak yang baru menginjak usia remaja (baligh) saja belum bisa mandiri, apalagi yang masih anak-anak yang masih membutuhkan banyak uluran tangan orang dewasa.  Anak-anak tertentu saja yang mampu menjaga dirinya sendiri tanpa membutuhkan bantuan orang dewasa dalam jumlah yang signifikan.

Meninggalkan anak-anak sendiri tanpa pengawasan orang dewasa adalah perbuatan yang beresiko.  Resiko tersebut bisa menjadi sangat besar jika anak-anak melakukan hal-hal yang sangat berbahaya.  Bahkan tidak menutup kemungkinan anak-anak tersebut dapat mencelakakan orang lain yang ada di sekitarnya baik secara sengaja maupun secara tidak disengaja.

Agar tidak menimbulkan sesal yang tidak berkesudahan di kemudian hari, alangkah baiknya apabila anak-anak selalu diberikan pengawasan yang ketat dari orang-orang dewasa yang andal dan dapat dipercaya.  Jangan sampai anak-anak dibiarkan melakukan hal-hal yang tidak baik tanpa ada orang yang bisa melarang.  Jika perlu jangan hanya satu orang dewasa saja, namun ada beberapa orang dewasa, sehingga dapat bergantian dalam menjaga anak dari hal-hal negatif.
no image
Profesor nutrisi dari luar negeri menyatakan bahwa susu bukan sesuatu yang wajib bagi anak-anak.  Hal ini disebabkan karena susu hanya dibutuhkan anak ketika baru lahir dalam bentuk air susu ibu atau asi hingga selesai menyusu ibunya.  Setelah asi maka susu hewan, baik dari sapi, kambing, kuda liar, domba, dan lain sebagainya tidak wajib diberikan kepada anak.  Apa-apa yang ada di susu bisa didapatkan melalui makanan dan minuman lainnya.

Pemberian Asi yangbaik saja sudah cukup untuk tumbuh kembang anak.  Pemberian susu binatang seperti susu sapi boleh saja diberikan asalkan tidak berlebihan sehingga membuat anak menjadi malas untuk mengkonsumsi makanan lainnya.  Kalsium bisa didapat anak dari sayur mayur, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.  Protein bisa didapatkan dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan lain-lain.  Sedangkan vitamin d bisa didapatkan anak dari matahari pagi, serealia, kacang-kacangan, buah-buahan, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu hendaknya kita tidak lagi melihat susu sebagai pelengkap makanan yang wajib.  Susu bisa digantikan oleh 4 (empat) makanan sehat, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran dan buah-buahan.  Tanpa susu (kecuali air susu ibu saat bayi) seseorang bisa hidup dengan sehat dan normal.  Itulah sebabnya kita harus menerapkan pola hidup sehat termasuk pola makan sehat agar kita bisa selalu terjaga kesehatan kita hingga ajal menjemput kita kelak.  Mulailah dari saat ini juga menerapkan pola hidup sehat agar kita bisa memetik hasilnya di kemudian hari,
no image
Anak yang mandiri dan dapat berusaha sendiri tanpa bantuan orang tua memang menjadi salah satu tujuan mendidik anak yang baik dan benar. Banyak sekali hal yang bisa anda lakukan untuk mendidik anak anda agar mandiri dan tidak manja.  Dengan memiliki sifat mandiri maka selaku orangtua anda bisa merasa tenang apabila pada suatu ketika sang anak dituntut hidup mandiri tanpa ada keluarga di dekatnya. Hal tersebut bisa mulai dari hal yang terkecil hingga ada beberapa tips lain agar bisa mendidik anak anda mandiri dan tak manja tanpa menekan anak tersebut.

Tips Cara Mendidik Anak Agar Bisa Mandiri dan Tidak Manja :

1. Batasi Keinginan Anak yang Berlebihan

Jangan mudah menuruti semua kemauan anak anda yang minta ini itu. Jika anda menuruti semua keinginan anak anda, maka akan dapat berdampak yang tidak baik bagi anak anda, terutama anak anda akan menjadi anak yang manja. Tips mendidik anak agar tidak manja kali ini dengan membatasi keinginannya yang berlebihan misalnya anda bisa memberikan pilihan pada mainan yang akan dia beli tanpa harus membeli semua.  Selain itu penting juga melakukan penundaan terhadap apa yang dimau anak agar anak agar anak tahu bahwa mencari uang itu tidak mudah walaupun saat itu anda bisa membelinya.  Selain itu untuk melihat konsistensi anak pada sesuatu yang diinginkannya.

Keinginan anak anda bersifat sementara dan bisa berubah secara cepat. Jika anak anda meminta secara berlebihan, anda bisa berbicara dengan pelan dan tunjukkan keuntungan kerugian jika mengambil keputusan tersebut. Anak akan mudah tertarik dengan benda yang ada di sekitarnya dan kadang bisa iri dengan barang milik temannya. Anda bisa menunjukkan jalan yang terbaik dan bisa mengalihkan rasa keinginan tersebut dengan hal lain.

2. Tidak Terlalu Banyak Melarang


Jika anda terus terusan dan bahkan selalu melarang ini itu maka anak anda akan memiliki sifat pembangkang dan pemarah. Anak anda akan terkena pada zona di mana ia akan tertekan dan mulai menjadi pemarah. Sebaiknya lakukan komunikasi secara intensif dengan tatap muka dan ajak anak anda untuk membuat peraturan secara bersama. Ini akan menambah kedekatan anda dengan anak anda.

Selain itu jika anda terlalu banyak melarang, anda akan diacuhkan anak anda dan lebih berbahayanya lagi anak anda malah akan berbalik terhadap larangan tersebut. Beritahu anak anda dengan kata-kata yang bisa dilogika untuknya sehingga ia tahu dampak apa yang akan terjadi jika ia melakukan hal tersebut.  Ceritakan berbagai pengalaman hidup anda yang berkaitan dengan hal-hal yang anda tidak perbolehkan ke anak anda agar ia bisa mengambil hikmah dari cerita kisah hidup orang lain.

3. Mengenalkan Dunia Usaha Sejak Kecil

Agar anak mengerti mengenai cara mencari uang dengan cara yang baik, orangtua harus mengenalkan anak dengan dunia usaha.  Minimal anak diberikan pengetahuan mengenai cara berdagang yang baik dan benar.  Bila perlu ajak anak untuk terjun langsung praktek membuat toko, baik secara toko fisik maupun toko virtual (toko online).  Dengan begitu anak akan memiliki pengalaman cara mencari uang sendiri dari jual beli.  Syukur-syukur anak bisa mengembangkan wirausaha yang digelutinya sehingga bisa berkembang menjadi besar.

4. Menyekolahkan Anak Jauh dari Orangtua

Dengan hidup berjauhan dengan orangtua, anak akan merasa terpaksa untuk belajar hidup mandiri agar bisa bertahan hidup.  Tentunya hal ini harus atas kesepakatan anak dengan orangtua atau wali.  Biarkan anak memiliki mau sekolah apa di tempat yang jauh.  Mau sekolah pesantren silahkan, mau sekolah lain juga silahkan asalkan anak bertanggung jawab atas pilihannya serta berjanji tidak meninggalkan ibadahnya.

---

Jika anak sudah dibiasakan untuk hidup mandiri sejak kecil, maka anak tidak akan bersikap manja lagi.  Apalagi jika sudah paham tentang cara mencari uang sendiri dengan cara-cara yang baik dan benar.  Tentu anak akan menjadi lebih matang, berwibawa, jaga image (jaim), dan gengsi di depan orang lain.  Namun jangan lupa menanamkan nilai-nilai agama dan budaya yang baik kepada anak.  Ditambah lagi dengan mengajarkan anak dari pengalaman hidup orangtua maupun orang lain dapat membuat anak menjadi lebih waspada terhadap berbagai macam ancaman yang siap menghadang.  Semoga anak anda bisa menjadi anak yang mampu hidup mandiri dan tidak bemanja-manja lagi.  Terima kasih.

+baiiput
no image
Pasti anda sangat senang sekali melihat langkah demi langkah pertama anak anda. Bagi kita, anak merupakan sebuah anugrah yang tidak tergantikan. Untuk mengajarinya dan membuatnya mengenal lebih jauh tentang dunia dengan langkah pertamanya. Biasanya satu anak dan anak yang lainnya dalam proses berjalan berbeda-beda. Hal tersebut karena anak masih nyaman dengan cara merangkak atau memang anak masih belum tertarik untuk berjalan.

Banyak sekali tips agar bayi cepat berjalan tanpa kita menekan anak tersebut dan memaksanya untuk berlatih terus menerus untuk berjalan. Berikut di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa dipraktekkan orangtua bayi agar si bayi kecil bisa segera cepat berjalan untuk yang pertama kalinya sejak dilahirkan ke dunia ini.  Yang pasti anda harus sabar dalam menanti saat-saat pertama sang buah hati anda berjalan, serta tidak memaksakan anak bisa cepat jalan.

Tips Cara Membuat Anak Bayi Cepat Bisa Berjalan Pertama Kali :

1. Memberi Nutrisi dan Gizi yang Mendukung

Dengan nutrisi dan gizi yang cukup akan membuat kaki dan tubuhnya semakin kuat untuk berlatih nantinya. Anda bisa memberikan gizi asupan ASI (Air Susu Ibu) yang lancar dan makanan pendamping ASI lainnya untuk bayi anda.  ASI adalah makanan utama bagi anak yang masih bayi dibandingkan dengan makanan lainnya.

2. Menghindari Menggunakan Popok Terus-Menerus

Popok akan menghalangi dan menghambat paha bayi sehingga langkahnya akan terhambat. Selain itu popok juga membuat bayi akan nyaman dengan merangkak terus. Jangan sering menggunakan popok agar bayi anda cepat untuk bisa berjalan. Gunakan popok hanya disaat pergi keluar rumah atau yang lainnya.

3. Memberikan Pijat-Pijatan Pada Kaki Bayi

Anda bisa memberikan stimulasi dan rangsangan pada kaki bayi. Rangsangan ini akan membuat bayi semakin riang untuk terus berjalan. Rangsangan bisa diberikan dengan memijat kecil dan ringan, bukan dengan cara diurut sehingga bayi merasa kesakitan. Dari beberapa studi yang menyebutkan bahwa rangsangan dan pijat kecil pada bayi tersebut semakin membuat bayi cepat berjalan.

4. Jangan Terlalu Banyak Menggendong Bayi

Jika anda ingin bayi cepat berjalan lebih baik ketika umurnya menginjak diatas 8 bulan untuk tidak sering mengendongnya. Dengan terus menggendong bayi tersebut membuat bayi menjadi malas dan tidak mau untuk berjalan.

5. Gunakan Kereta Bayi

Anda bisa membeli kereta bayi yang terdapat dudukan pada tengah kereta tersebut. Dengan kereta tersebut akan mengajarinya untuk berjalan dengan keseruannya. Bayi akan merasakan berjalan kesana dan kemari. Selain itu anda bisa membantu bayi anda untuk berjalan.

Biarkan bayi anda berjalan atas kemauannya sendiri dan jangan dipaksa-paksa, apalagi sampai dimarah-marahi.  Biarkan si kecil mungkil jalan kaki untuk pertama kali atas inisiatifnya sendiri.  Orangtua dan orang yang berada di sekitar bayi kecil hanya memberikan rangsangan, dorongan dan semangat pada si kecil agar berinisiatif untuk berjalan untuk pertama kali sejak lahir ke dunia.  Selamat mencoba dan semoga berhasil membuat bayi anda jalan dengan kakinya.

+baiiput
no image
Membaca merupakan salah satu sarana edukasi anak di usia dini.  Kemampuan membaca akan mengajarkan anak tentang banyak hal yang nantinya bisa mereka gunakan untuk pendidikan pada tahap selanjutnya. Cara mengajari anak membaca ini dengan beberapa metode yang bisa anda coba di rumah dan tentunya akan menarik dan disukai anak anda. Anda bisa mulai menerapkan belajar anda ini bisa anda ajarkan sebelum anak memasuki dunia sekolah.

Aktivitas edukatif mengajari anak membaca memang memerlukan metode khusus agar anak tetap merasa senang dan membuat rasa ingin tahunya akan semakin besar. Cara mengajari anak membaca di sini ada beberapa metode seperti membaca menggunakan media yang menarik dan karpet huruf. Cara tersebut cukup ampuh untuk mengajarkan anak membaca tanpa harus membuat anak merasa tertekan maupun terpaksa.

Beberapa Tips Cara Mengajarkan Anak Membaca Tulisan di Usia Dini :

1. Menggunakan Multi Media yang Menarik

Sekarang memang jamannya untuk kemudahan dalam teknologi. Cara mengajari anak membaca selanjutnya adalah dengan menggunakan media yang menarik seperti smartphone. Pada beberapa pengembang smartphone banyak sekali yang telah membuat program aplikasi dengan grafis yang menarik. Cara mengajari anak membaca dengan menggunakan aplikasi yang menarik tersebut. Anda bisa mengunduhnya pada penyedia layanan smartphone anda. Dalam program aplikasi tersebut dilengkapi dengan desain dan animasi yang menarik membuat anak anda menjadi betah dan ingin tahu lebih banyak.

2. Memakai Karpet Huruf dan Angka


Ada satu lagi metode cara mengajari anak membaca dengan karpet huruf. Biasanya karpet huruf dibuat dengan warna dan desain yang menarik. Anda bisa mengajarkan anak anda dengan melompat sambil membaca huruf tersebut. Cara ini yang paling efektif dan membuat anak anda menjadi lebih aktif untuk terus belajar membaca. Harga yang ditawarkan dari karpet huruf biasanya sangat beragam mulai dari yang murah sampai karpet yang mahal dengan desainnnya yang bagus.

3. Memanfaatkan Mainan Milik Anak

Pada mainan anak anda yang tercetak huruf dan angka hendaknya diperlihatkan kepada anak sambil diperkenalkan huruf atau angka apa yang ada di mainan tersebut.  Upayakan diperkenalkan tulisan mainan yang sederhana terlebih dahulu.  Jangan perkenalkan hurup dan angka yang kecil-kecil dan banyak sehingga anak anda yang masih kecil jadi bingung dan malas memikirkannya.  Buat permainan kecil dengan anak untuk menemukan dan mengambil mainan dengan tulisan huruf atau angka tertentu.

4. Mengarang Cerita Tentang Huruf dan Angka

Bagi anak yang suka dengan cerita-cerita dongeng, maka ada baiknya kita mengubah karakter tokoh utama pada suatu cerita dongeng dengan huruf dan angka.  Kemudian gambarkan huruf dan angka yang dimaksud kepada sang buah hati.  Jika ceritanya menarik mungkin anak akan dapat mengingat huruf dan angka sedikit demi sedikit.

5. Memainkan Permainan Huruf dan Angka

Cobalah lakukan berbagai permainan dengan anak anda dengan permainan yang berhubungan dengan huruf dan angka.  Misalnya bermain tebak huruf dan angka sebelum memberikan sesuatu yang enak-enak atau menyenangkan bagi anak.  Jika anak mampu memberikan jawaban yang benar maka anak diberikan hadiah yang enak-enak tersebut.  Namun jika tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan maka hendaknya ditahan dulu sampai anak bisa menjawab dengan benar atau sampai anak jenuh dengan permainan yang dimainkannya.

---

Apabila masih ada teknik atau metode belajar membaca bagi anak-anak usia dini lainnya maka jangan sungkan-sungkan untuk menambahkannya melalui kolom komentar di bawah ini.  Dengan belajar membaca secara intensif dengan suasana yang menyenangkan diharapkan anak kita bisa merasa senang penuh semangat dalam belajar membaca maupun menulis.  Jika menemukan kegagalan maka jangan segera menyerah.  Cari cara lain yang bisa membuat anak bersemangat untuk mengenal huruf angka, membaca tulisan dan menulis.
no image
Jika kita mengharapkan anak kita bisa berbuat baik kepada sesama manusia termasuk pada orangtuanya, maka kita harus mengajarkan anak kita untuk menjadi anak yang baik.  Selain diperkenalkan dengan hal-hal baik, ajarkan pula berbagai hal-hal buruk yang patut dihindari agar tidak menyebabkan masalah dengan orang lain.  Dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan hendaknya tidak hanya sampai sebatas tahu saja, namun juga sampai memahami secara menyeluruh efek baik buruknya bagi anak di masa yang akan datang.

Contoh Kebaikan-Kebaikan yang Sebaiknya Diajarkan Pada Anak dan Generasi Muda Kita :

1. Membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan tanpa pamrih
2. Suka bersedekah walaupun dirinya juga berada dalam kondisi kekurangan
3. Senang memberi makan orang yang sedang kelaparan
4. Rajin beribadah baik ibadah wajib maupun sunnah
5. Tidak banyak bicara yang tidak perlu
6. Selalu menghormati orang yang lebih tua
7. Mau berteman dengan semua orang dari berbagai kalangan
8. Selalu bersabar ketika ditimpa musibah atau kemalangan
9. Tidak membicarakan keburukan orang lain sedikit pun
10. Turut berperan aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya
11. Selalu menyayangi orang tua, keluarga dan kerabat
12. Tidak membela teman yang salah atas nama kesetiakawanan
13. Belajar mandiri dan usaha sejak usia 15 tahun atau kurang (baligh)
14. Tidak ikut serta dalam kegiatan riba baik perbankan maupun yang lainnya
15. Mempertahankan keutuhan rumah tangga kecuali dalam keadaan tertentu
16. Tepat waktu dan rajin membayar iuran, pajak, retribusi, dan sebagainya
17. Menghindari hutang dan kredit dalam bentuk apa pun
18. Tidak mencoba-coba merokok, minuman keras, narkoba, dll
19. Menerapkan pola hidup sehat yang baik dan benar
20. Tidak berlebih-lebihan atas segala sesuatunya
21. Selalu berusaha tampil rapi dan sopan dalam setiap kesempatan
22. Menjadi orang yang jujur dan tidak berbohong sedikit pun
23. Belajar dengan giat dan tekun sesuai prioritasnya
24. Selalu ingat mati sehingga selalu berusaha istiqomah
25. Menikah dengan orang yang baik, disuka, dan soleh / solehah
26. Mewaspadai berbagai bentuk konspirasi dan propaganda
27. Selalu berhati-hati atas aliran sesat dan budaya berpengaruh buruk
28. Tidak boros dan tidak menjadi orang yang gengsian
29. Menjauhi segala bentuk persekutuan dengan jin, khodam, spirit, dkk
30. Selalu belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain
31. Senang melakukan penghematan namun jangan sampai kikir / pelit
32. Tidak mudah terpengaruh bujuk rayu lawan jenis
33. Menganggap hawa nafsu diri sendiri sebagai musuh utama
34. Berupaya sekuat tenaga menaham amarah saat sedang emosi / marah
35. Selalu mentaati budaya, nilai, morma, adat-istiadat dan hukum selama bukan maksiat
36. Tidak mengganggu ketentraman dan kenyamanan orang lain
37. Selalu menjaga hubungan baik dengan keluarga / saudara
38. Menghormati tetangga dan selalu berbuat baik di lingkungan sekitar
39. Selalu berpikir dengan dilandasi akal sehat dan takwa
40. Menjaga diri dari makanan dan minuman yang bisa merusak kesehatan
41. Jangan sampai mudah percaya dengan orang yang baru dikenal
42. Rajin berolahraga secara rutin sesuai keadaan tubuh
43. Menjaga diri sendiri dari berbagai bentuk pelecehan seksual
44. Menjadikan kegagalan dan musibah sebagai pengalaman yang berharga
45. Selalu mengutamakan kehidupan di akhirat kelak daripada keduniawian
46. Mematikan alat-alat listrik yang tidak sedang digunakan
47. Menikmati apa-apa yang telah didapat dan tidak iri terhadap orang lain
48. Selalu berpikir positif dan menghilangkan pikiran negatif
49. Bekerja dengan baik dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT
50. Menjaga kelestarian lingkungan alam dan berbuat baik pada binatang / hewan

Sebetulnya masih ada banyak hal lain yang penting untuk diturunkan kepada anak-anak kita agar selalu terhindari dari segala keburukan dunia dan akhirat.  Sampaikanlah segala bentuk perilaku baik secara perlahan-lahan dan sabar agar anak bisa memahaminya dengan baik.  Sebagai orangtua pun hendaknya selalu menjaga diri sendiri dari perbuatan buruk agar anak bisa belajar dan mengambil pengalaman dari orangtuanya sendiri yang juga merangkap sebagai guru yang paling baik,

Mudah-mudahan apa yang telah disampaikan di atas bisa membawa banyak keberkahan dan kebaikan kepada kita semua.  Apabila ada hal-hal kebajikan lain yang sekiranya patut ditambahan, mohon ditambahkan melalui fitur komentar yang ada di bagaian bawa tulisan ini.  Atas segala bentuk kesalahan dan kekurangan yang ada pada tulisan ini pada khususnya dan juga pada situs web blog ini pada umumnya kami minta dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya.  Terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasama anda.
no image
Anak yang baik selalu ingin membuat orangtuanya senang dan bahagia, baik secara lahir maupun batin.  Secara umum orangtua adalah orang yang paling sayang kepada diri seorang manusia.  Sejak lahir ke dunia seseorang dirawat dan dibesarkan penuh dengan kasih sayang dengan harapan agar anaknya kelak dapat menjadi orang yang bisa membahagiakan orangtuanya baik di dunia maupun di akhirat.  Ibu adalah sosok orang yang semestinya paling kita hormati.  Setelah ibu, barulah ayah menjadi orang yang paling kita hormati.

Memberikan kebahagiaan dan rasa bangga kepada orangtua atas pencapaian yang dicapai oleh anaknya adalah sesuatu hal yang penting.  Orangtua harus bisa turut merasakan kebahagiaan yang digapai oleh anak-anaknya sebagai balasan anak kepada orangtua yang dulu menyayanginya.  Orangtua tidak butuh kebahagiaan dalam bentuk material saja, namun juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, penghormatan, penghargaan, dan lain sebagainya.  Ada banyak cara yang bisa ditempuh seseorang untuk membahagiakan orangtuanya, mulai dari hal yang ringan hingga yang sangat kompleks.

Tips Beberapa Cara Membuat Orangtua Merasa Terharu Bangga / Bahagia Pada Anaknya :

1. Menjadi Seseorang yang Sesuai dengan Keinginan Orang Tua

2. Mewujudkan Cita-Cita yang Telah Lama Diimpikan Orangtua

3. Lulus Wisuda Menjadi Seorang Sarjana, Master, Doktor, Profesor, Dll

4. Sukses Menjadi Orang yang Mapan dan Sejahtera

5. Memberangkatkan Haji Orangtua yang Kurang Mampu

6. Menikah Dengan Orang yang Direstui Orangtua

7. Memiliki Anak yang Merupakan Cucu Orangtua Kita

8. Menjuarai Suatu Perlombaan atau Kejuaraan Olahraga

9. Memberikan Perhatian Penuh Kepada Orangtua

10. Menjadi Anak yang Berbudi Pekerti Baik dan Sholeh

11. Mengangkat Derajat Orangtua Menjadi Lebih Tinggi

12. Menjadi Orang yang Disenangi / Dihormati di Lingkungan Tempat Tinggal

Jika masih ada cara membuat terharu orangtua yang lainnya, harap beritahukan kami melalui fitur komentar yang ada di bagian bawah artikel ini.  Mudah-mudahan kita semua mendapatkan manfaat dan kebaikan dari artikel yang singkat tentang tips jitu membuat orangtua terharu bahagia.  Kurang lebihnya kami mohon maaf yang setinggi-tingginya, terima kasih banyak atas perhatian dan kerja sama anda.
no image
Setiap manusia memiliki masalahnya masing-masing tidak terkecuali anak-anak yang masih di bawah umur 17 tahun dan juga para remaja.  Walaupun secara umum belum memiliki pemikiran yang berkembang seperti halnya orang dewasa, anak-anak remaja telah dihadapkan dengan berbagai permasalahan hidup yang bervariasi.  Ada masalah yang ringan dan mudah dipecahkan, dan ada pula masalah berat yang sulit untuk diselesaikan dengan baik.  Tentu saja para orangtua dan guru harus siap sedia menjadi pembimbing untuk anak-anaknya atau murid-muridnya.

Contoh Bentuk / Jenis Masalah yang Dihadapi Oleh Anak-Anak dan Remaja :

A. Masalah di Sekolah

1. Masalah dengan guru
2. Masalah dengan peraturan sekolah
3. Masalah dengan ujian, kenaikan kelas, dan kelulusan
4. Masalah dengan jajan dan makan minum
5. Masalah dengan kegiatan belajar dan mengajar
6. Masalah dengan transportasi pulang pergi

B. Masalah di Rumah

1. Masalah dengan pekerjaan rumah (PR)
2. Masalah dengan tugas sekolah
3. Masalah dengan kursus, les, bimbingan belajar, dll
4. Masalah dengan orangtua
5. Masalah dengan anggota keluarga dan kerabat
6. Masalah dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari
7. Masalah dengan uang saku / uang jajan

C. Masalah dengan Teman-Teman

1. Masalah dengan teman sekolah
2. Masalah dengan teman di sekitar rumah
3. Masalah dengan teman kursus / bimbel
4. Masalah dengan teman lama
5. Masalah dengan teman sehobi
6. Masalah dengan teman gaib (bila ada)

D. Masalah dengan Orang yang Disukai

1. Masalah sebagai pengagum gelap
2. Masalah dengan pacar
3. Masalah dengan penggemar
4. Masalah dengan teman dekat
5. Masalah dengan mantan

E. Masalah dengan Kekhawatiran Masa Depan

1. Masalah dengan penetapan cita-cita sesuai minat dan bakat
2. Masalah dengan keterampilan dan kemampuan modal kerja
3. Masalah dengan pekerjaan di masa depan
4. Masalah dengan istri, anak, cucu dan mertua di masa depan
5. Masalah dengan penghasilan untuk pemenuhan kebutuhan hidup di masa mendatang

F. Masalah dengan Hobi

1. Masalah dengan kebutuhan modal berhobi
2. Masalah manajemen barang-barang hobi
3. Masalah dengan pihak ketiga penyelenggara kegiatan hobi

G. Masalah dengan Agama

1. Masalah dengan sholat lima waktu dan sunnah
2. Masalah dengan puasa wajib dan sunnah
3. Masalah dengan pembayaran zakat
4. Masalah dengan pergi haji ketika mampu
5. Masalah dengan infak dan sedekah
6. Masalah dengan istiqomah dari kemaksiatan
no image
Setiap orangtua pada umumnya ingin anak-anaknya menjadi pribadi yang baik.  Hanya orang tua yang aneh saja yang ingin anaknya menjadi anak yang tidak baik.  Orangtua yang baik akan mengajarkan, membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.  Dengan penuh kasih sayang para orangtua akan berusaha sekuat tenaga agar anaknya bisa menjadi anak yang sesuai harapan.  Sedari kecil anak-anak akan diajari untuk tidak melakukan berbagai perbuatan yang tidak baik.

Beberapa Contoh Perbuatan / Perilaku / Sikap / Sifat Anak yang Dibenci Oleh Orangtua :

1. Suka Berbohong
2. Susah Diatur
3. Terlalu Pemalu
4. Susah Makan
5. Malas Belajar
6. Suka Melawan Orangtua
7. Suka Berkelahi
8. Gemar Berkata Kasar
9. Malas Beribadah
10. Suka Nongkrong
11. Tidak Tahu Malu
12. Tukang Jahil
13. Main Game Terus
14. Suka Pulang Telat
15. Senang Bolos Sekolah
16. Nakal / Badung / Bandel
17. Boros Uang
18. Suka Menangis (Cengeng)
19. Suka Mencuri
20. Senang Jajan Sembarangan
21. Tidak Peduli Masa Depan
22. Malas Bangun Pagi
23. Jarang Mandi
24. Pola Hidup Tidak Sehat
25. Merusak Barang-Barang
26. Berbuat Onar / Bising
27. Menjadi Perokok / Pemiras
28. Terlalu Hemat (Pelit)
29. Enggan Membantu Orangtua
30. Membuat Malu Keluarga (Aib)
31. Malas Kenal Saudara
32. Terlalu Sering Nonton TV
33. Malas Membereskan Kamar
34. Cuek Dengan Tetangga
35. Plin-Plan
36. Tidak Bisa Mandiri
37. Kekanak-Kanakkan
38. Berpikiran Pesimis
39. Cita-Cita Rendah
40. Membicarakan Keburukan Orang
41. Sulit Membuat Keputusan
42. Senang Cari Penyakit
43. Kebut-Kebutan
44. Suka Pacaran
45. Berbuat Sadis
46. Ikut Aliran Sesat
47. Belajar Ilmu Gaib
48. Berteman Dengan Orang Jahat
49. Doyan Tidur
50. Suka Jorok

Apabila saat ini kita masih memiliki orangtua, maka sayangilah orangtua kita.  Secara umum tidak ada orang lain yang lebih sayang kepada diri kita daripada orangtua kita.  Walaupun orangtua bertindak tegas dan kasar terhadap diri kita, namun tetaplah bertujuan agar anaknya menjadi anak yang baik dan siap untuk menjalani hidup yang keras secara mandiri tanpa adanya campur tangan orangtua di masa dewasanya.  Hormati orangtua, hargai orangtua, sayangi orangtua, dan berikan rasa cinta yang sama seperti kita mencintai anak-anak kandung kita dan juga seperti kita mencintai diri kita sendiri.  Semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih.
no image
Anak-anak pada dasarnya belum bisa berpikir rasional layaknya orang-orang dewasa pada umumnya.  Anak-anak cenderung melakukan sesuai dengan kehendak hatinya tanpa berpikir panjang akan berbagai hal buruk yang mungkin terjadi.  Itulah sebababnya kenapa orangtua harus selalu memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya setiap saat.  Jika kurang pengawasan, bisa saja anak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan mulai dari berbuat nakal hingga kehilangan nyawanya secara sia-sia.

Ada banyak orangtua yang menyesal ketika sesuatu yang buruk telah terjadi menimpa anak-anak mereka.  Namun segala bentuk penyesalah di akhir memang tidak ada gunanya.  Oleh sebab itu setiap orang tua yang memiliki anak-anak yang perlu diawasi harus memiliki penyesalan jiwa yang sangat mendalam terhadap sesuatu hal yang belum terjadi sehingga mereka akan lebih protektif dan lebih baik lagi pengawasannya terhadap anak-anak.  Ada banyak sekali permainan-permainan yang bisa menyebabkan anak mengalami sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Contoh Beberapa Mainan / Permaianan yang Membahayakan Keselamatan Anak :

1. Main petasan yang ledakannya bisa melukai pemain dan orang di sekitarnya
2. Permaianan kembang api yang dapat membakar orang yang lalai memainkannya
3. Tembak-tembakan yang pelurunya bisa mengenai mata atau melukai kulit
4. Mainan yang memiliki bagian-bagian kecil yang bisa tertelan anak kecil
5. Binatang peliharaan yang bisa menggigit dan melukai orang
6. Main mainan yang terbuat dari bahan yang mengandung racun berbahaya
7. Permaian layang-layang (layangan) dengan benang yang tajam (ditajamkan)
8. Bermain di kolam air, sungai, danau, parit, balong, rawa, dsb tanpa pengawasan
9. Main di tempat ketinggian yang kurang pengamanannya untuk anak-anak
10. Permainan berantem-beranteman atau perang-perangan
11. Main bongkar-bongkaran produk elektronik
12. Bermain-main di kala hujan turun baik gerimis maupun deras
13. Main lari-larian baik di dalam rumah maupun di luar rumah
14. Bermain menggunakan sepeda di jalanan umum yang banyak kendaraan bermotor
15. Bermain di tempat yang licin yang bisa menyebabkan terjatuh
16. Bermain perkumpulan grup atau genk anak-anak nakal
17. Main ayunan dengan kecepatan tinggi
18. Main perosotan yang kurang memiliki pengamanan yang baik
19. Bermain masak-masakan di dapur dengan kompor, pisau, dll
20. Main video game yang tidak untuk anak-anak
21. Bermain games atau gadget yang dapat merusak mata anak-anak
22. Bermain mamanjat pohon atau main di atas pohon yang cukup tinggi
23. Bersembunyi di tempat yang berbahaya ketika bermain petak umpet
24. Main dan bergaul dengan anak-anak nakal, borju, alay,sesat, atheis, dkk
25. Main coba-coba kebiasaan buruk orang dewasa (merokok, minum miras, narkoba, hubungan intim, dsb)

-----

Masih ada banyak jenis macam ragam permainan atau mainan lain yang bisa mengakibatkan anak-anak celaka atau mendapatkan pengaruh buruk yang negatif.  Jika masih ada bentuk bahaya lain yang patut untuk dimasukkan ke dalam daftar silahkan anda kirimkan tambahannya melalui fasilitas komentar yang ada di bawah ini.  Mudah-mudahan anak-anak kita terhindar dari segala bentuk keburukan baik di dunia maupun di akhirat.  Terima kasih.
no image
Di Indonesia, umumnya sekolah dan kuliah dijalani oleh para generasi muda dengan setengah hati.  Hal ini disebabkan oleh tidak sinkronnya antara materi pelajaran yang diberikan dengan hal-hal yang diinginkan oleh para siswa atau mahasiswa.  Para muda-mudi belajar menuntut ilmu untuk sekedar mengikuti budaya yang telah ada dan juga untuk mendapatkan ijazah pendidikan yang nantinya dapat digunakan untuk melamar pekerjaan.  Padahal jika dipadukan antara pendidikan dengan apa yang dimaui oleh anak-anak dan remaja, maka bukan hal yang mustahil akan menghasilkan banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas baik.

Hal-Hal yang Diinginkan Para Murid Sekolah dan Mahasiswa (Anak-Anak dan Remaja) :

1. Pekerjaan yang Layak Sesuai Kemampuan

Setiap pelajar yang bersekolah memiliki keinginan untuk segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan dirinya.  Tentu saja pekerjaan yang dilakukan haruslah pekerjaan yang memberikan hasil yang layak yang dapat membuat dirinya dan keluarganya hidup sejahtera.  Sejak Sekolah Dasar (SD) mungkin seseorang sudah ingin bekerja dan memiliki penghasilannya sendiri yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri beserta keluarganya.  Namun akibat dari hampir tidak adanya lapangan pekerjaan untuk anak-anak yang beranjak remaja menyebabkan mereka mengubur hidup-hidup keinginan yang baik tersebut.

2. Banyak Kesempatan Main dan Menyalurkan Hobi

Para remaja dan anak-anak pada umumnya masih memiliki daya imajinasi dan keinginan untuk main dengan sesamanya yang tinggi.  Terdapat keinginan yang tinggi untuk mengeksplorasi dan mencoba berbagai hal termasuk hal-hal yang dilarang dan tidak baik untuk diri mereka sendiri.  Namun akibat kurangnya kesempatan yang diberikan maka banyak yang melakukannya di sekolah atau di luar sekitar lingkungan sekolah.  Akibatnya kegiatan belajar pun jadi kurang semangat dijalankan oleh para siswa / mahasiswa.  Ditambah lagi kondisi kegiatan belajar mengajar yang terlalu serius, berat dan menuntut banyak hal dari para peserta didik.

3. Ilmu yang Bermanfaat dan Penting untuk Masa Depan

Pelajaran yang diberikan oleh sekolah dan kampus biasanya kurang begitu berguna umtuk menyiapkan diri sebagai pribadi yang dewasa dan siap kerja.  Materi pelajaran sekolah banyak yang disampaikan dalam bentuk yang kurang menarik dan kurang tepat sehingga para siswa tidak dapat mengambil intisari ilmu secara optimal.  Ilmu-ilmu yang terlalu teori dan minimnya praktek membuat anak-anak dan remaja yang lulus kuliah seperti tidak siap bekerja.  Belum lagi kondisi lingkungan sekolah yang sangat jauh berbeda suasananya dengan kondisi di tempat kerja membuat orang yang baru bekerja harus banyak belajar sebelum bisa mengerjakan tugas kantor dengan baik.

4. Pengakuan dan Penerimaan Oleh Orang-Orang Sekitar

Para remaja biasanya ingin dianggap sebagai orang dewasa oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya.  Secara umum para remaja memang memasuki usia dewasa karena usia mereka yang sudah mencapai 15 tahun atau sudah menunjukkan tanda-tanda kedewasaan sebelum berumur 15 tahun.  Namun penampilan fisik orang Indonesia yang awet muda dan bertubuh mungil membuat anak-anak yang telah menginjak usia dewasa tetap dianggap seperti anak-anak.  Padahal sebagian para remaja ingin hidup mandiri, mapan, bekerja tetap, berkeluarga dan bersosialisasi serta menyalurkan aspirasinya layaknya orang-orang yang telah dewasa.

5.  Hidup Mapan Mandiri dengan Keluarga Sendiri

Para siswa pelajar yang sudah memasuki usia baligh atau usia dewasa banyak yang sudah memiliki keinginan untuk hidup mapan dan mandiri.  Tentu saja mapan dan mandiri ini disertai dengan istri atau suami sebagai teman hidup dalam suka dan duka.  Mapan tentu saja didapat dari hasil bekerja dengan penghasilan yang layak.  Mandiri dengan hidup tanpa harus bergantung kepada orangtua dan keluarga.  Memiliki rumah sendiri, kendaraan sendiri, mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan lain sebagainya.  Walaupun para remaja belum punya pengalaman hidup mandiri, namun semua hal yang diperlukan dapat dipelajari dengan cepat sambil berjalan.

Jika ada yang kurang-kurang atau salah-salah mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.  Mudah-mudahan cita-cita luhur yang kita kehendaki dapat terwujud suatu saat nanti.  Jika anda masukan atau tambahan silahkan anda gunakan fasilitas komentar yang ada di bagian bawah artikel ini.  Terima kasih atas kunjungan dan perhatian anda.
no image
Banyak anak-anak dan remaja yang ketika mendapatkan jajan maka uang tersebut dihabiskan begitu saja tanpa sisa.  Padahal jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik bisa mendatangkan kebaikan yang cukup signifikan.  Oleh sebab itu hendaknya mulai dari saat ini berhenti jajan yang tidak begitu penting agar uang yang diberikan oleh orangtua dapat disisihkan sedikit demi sedikit sehingga dapat digunakan untuk berbagai hal yang bermanfaat untuk saat ini maupun waktu yang akan datang.

Beberapa Contoh Cara Mengelola Uang Jajan / Uang Saku yang Baik dan Benar :

1. Digunakan Seperlunya dan Tidak Berlebihan

Jika mendapatkan uang jajan atau uang saku dari orangtua alangkah baiknya jika digunakan seperlunya saja.  Misalnya untuk makan makanan besar saat lapar, membeli minuman air putih dalam kemasan apabila sedang haus, biaya transportasi, pulsa telepon genggam, alat tulis, kebutuhan sehari-hari, dan lain sebagainya.  Hindari membeli sesuatu yang kira-kira hanya digunakan beberapa kali saja atau beberapa waktu saja lalu kemudian habis atau tidak digunakan lagi yang sifatnya tidak terlalu penting.  Dengan begitu akan ada sisa uang tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan untuk hal-hal penting lainnya.

2. Modal Usaha / Bisnis Wirausaha

Sebagian uang saku yang berhasil ditabung segera dibelikan barang modal untuk dagang.  Belanjakan uang jajan yang tersisa untuk membeli barang-barang murah yang dijual di pasar-pasar grosiran.  Belilah dalam jumlah yang besar agar mendapatkan harga yang murah, misalnya satu lusin, satu kodi, satu gross, satu ball, satu pak, satu peti, satu ikat, dan lain sebagainya.  Dengan begitu barang yang telah terbeli murah tersebut dapat dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi sehingga mendapatkan keuntungan yang lumayan dari barang yang laku terjual.

Jual barang dagangan kepada para pengguna internet, teman, tetangga, keluarga, dan lain sebagainya.  Sebagian barang bisa dititipkan di koprasi, toko, lapak, bazar, pasar, pasar malam, dan lain-lain.  Jangan lupa menyiapkan berbagai kelengkapan berjualan jarak jauh agar nantinya tidak bingung ketika harus melayani pesanan pembelian dari konsumen yang berada nun jauh di sana.

Jika memiliki uang yang cukup besar bisa digunakan untuk sewa tempat untuk berdagang, menawarkan jasa, dan lain sebagainya.  Dalam hal berdagang contohnya seperti membuka warung jus, gado-gado, alat elektronik, atk, alat rumah tangga, pulsa, dan lain sebagainya.  Dalam hal jasa misalnya seperti pangkas rambut, jasa pengetikan, jasa tambal ban, jasa bengkel, dan lain sebagainya.  Dengan begitu maka uang saku dapat menjadi berlipat-lipat ganda jika berhasil.  Sedangkan jika tidak berhasil maka uang jajan yang ditabungkan bisa berkurang atau bahkan bisa habis karena gagal dalam usaha.

3. Menabung Untuk Masa Depan

Jika belum ada niat untuk berwirausaha maka cara yang paling bijaksana dalam mengelola uang jajan berlebih adalah dengan membeli aset, benda anti inflasi, barang investasi, dan lain sebagainya.  Hindari menabung dalam bentuk uang karena uang akan terus-menerus inflasi sehingga lama-kelamaan akan kehilangan daya belinya dari waktu ke waktu.  Yang paling baik adalah dengan menyimpan logam mulia atau benda lain yang tahan inflasi.  Akan jauh lebih bermanfaat lagi jika dibelikan aset tanah yang nantinya dapat dibangun rumah untuk tempat tinggal setelah dewasa dan menikah.  Jangan lupa untuk membayar pajak dan zakat agar harta yang kita miliki menjadi berkah.

4. Disimpan Untuk Berjaga-Jaga

Jika tidak untuk usaha, tidak untuk dibelikan sesuatu yang anti inflasi, tidak untuk dibelikan barang investasi, dan lain-lain maka simpanlah uang dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan mendesak.  Kita tidak akan tahu kapan kita akan membutuhkan dana dalam jumlah cukup untuk kebutuhan penting yang datang secara tiba-tiba.  Salah satu cara terbaik adalah dengan menyimpan uang dalam jumlah yang dirasa cukup.  Hindari menyimpan uang di bank yang melakukan praktek riba.

5. Pengembangan Keterampilan

Setiap orang harus belajar berbagai keterampilan demi kebaikan dirinya.  Jika ada banyak uang maka tidak ada salahnya untuk mencoba mengembangkan diri dengan ikut pendidikan kursus, pendidikan, pelatihan, dan lain sebagainya.  Dengan mengikuti berbagai program pengembangan keterampilan dan kemampuan maka diharapkan bisa menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah bergantung kepada orang lain yang ada di sekelilingnya saat telah beranjang dewasa.  Contohnya yaitu seperti belajar komputer, belajar memasak, belajar menjahit, belajar mengemudi, belajar teknik, dan lain sebagainya.  Di samping sekolah untuk mendapatkan pengetahuan, berbagai kursus dan pelatihan juga sangat baik untuk dilakukan.

Apabila ada kekurangan atau kesalahan mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.  Terima kasih atas kunjungan anda di situs web organisasi.org ini.
no image
Setiap anak di Indonesia memiliki kewajiban untuk sekolah selama 9 tahun lamanya (wajib belajar 9 tahun).  Lulus tidak lulus, pintar tidak pintar, bisa tidak bisa, ikhlas tidak ikhlas, yang penting sekolah selama 9 tahun.  Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah agar generasi muda di masa depan bisa memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan sejajar dengan sumber daya manusia di negara-negara maju.

Namun kenyataan yang terjadi di lapangan tidaklah sesuai dengan harapan yang telah ditetapkan.  Ada banyak pelajar sekolah yang bersekolah dengan perasaan malas.  Mungkin jika di negara kita tidak memiliki budaya malu jika tidak sekolah, serta tidak ada kewajiban untuk sekolah 9 tahun mungkin tidak akan banyak orang yang mau bersekolah.  Masih banyak hal yang perlu dibenahi pada sistem pendidikan di Indonesia, agar ke depannya bisa berubah menjadi lebih baik dari yang ada pada saat sekarang ini.

Beberapa Hal Penyebab yang Membuat Anak Malas Sekolah / Kuliah untuk Menuntut Ilmu :

1. Guru yang galak dan kurang bersahabat dengan para murid

2. Jarak antara rumah dan sekolah yang terlalu jauh

3. Terlalu banyak pelajaran yang menyita waktu, tenaga, pikiran dan perasaan

4. Biaya pendidikan yang tinggi dari mulai pendaftaran hingga lulus kuliah

5. Tidak menjamin mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus

6. Terlalu banyak teori sedangkan praktek sangat minim

7. Guru terlalu senang memberi PR yang membebani siswa di rumah

8. Terlalu banyak peraturan yang dirasa kurang perlu atau kurang pas

9. Hukuman pelanggaran disiplin yang terlalu memberatkan siswa-siswi

10. Otak yang cerdas tidak menjamin bisa lulus sekolah dengan lancar

11. Kurang waktu untuk istirahat dan rileks karena jam belajar yang panjang, kurang libur dan PR

12. Mendapat gangguan dari teman-temannya yang bandel / nakal

13. Harus mengikuti acara perpeloncoan ketika baru masuk sekolah

14. Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak lengkap atau tidak menarik

15. Tidak ada makan dan minum gratis secara rutin dari pihak sekolah

16. Sekolah memiliki musuh dari sekolah lain dalam hal tawuran pelajar

17. Materi pelajaran sekolah yang terlalu sulit untuk dipahami

18. Lingkungan sekolah yang kurang baik dan bersahabat

19. Bosan karena harus melakukan kegiatan berulang-ulang hampir setiap hari

20. Tidak mendapatkan uang atau materi dari bersekolah

21. Harus membawa beban tas yang berat setiap berangkan dan pulang sekolah

22. Butuh waktu yang sangat lama untuk bisa bekerja di perusahaan

23. Guru yang lebih mementingkan nilai daripada budi pekerti siswa

24. Kurangnya fasilitas yang menghibur bagi para murid

25. Kesenjangan sosial antara murid yang miskin dan yang kaya

26. Guru yang kurang menguasai materi yang diajarkannya

27. Guru yang tidak bisa menyampaikan materi pelajaran dengan baik

28. Guru yang telalu sering menghukum para siswa yang tidak menguasai pelajaran

29. Tidak boleh mengambil cuti sekolah ketika ingin tidak masuk untuk waktu yang lama

30. Lingkungan sekolah yang kurang menerapkan nilai-nilai agama mayoritas dengan baik

Itulah beberapa hal yang dapat membuat seorang pelajar sekolah merasa malas untuk melaksanakan tugasnya sebagai pelajar sekolah.  Agar anak-anak bersemangat untuk mau ke sekolah dan menuntut ilmu dengan baik dibutuhkan upaya-upaya yang berkesinambungan dari berbagai pihak.  Hal ini merupakan tugas berat dari sekolah dan pemerintah.  Orangtua murid pun juga perlu turut berperan aktif dalam menyemangati anak-anaknya dalam bersekolah.  Dengan bersekolah yang baik, maka anak-anak dapat menjadi orang dewasa yang memiliki kecerdasan yang baik, akhlak tingkah laku yang mulia, keimanan dan ketakwaan yang tinggi dan berbagai hal baik lainnya.
no image
Anak-anak merupakan cerminan masa depan orangtuanya.  Anak-anak yang berbahagia di usia dewasanya juga akan mempengaruhi kebahagiaan orangtua yang telah mengasuh dan mendidiknya sejak kecil.  Pada umumnya setiap orangtua ingin membuat anak-anaknya bahagia lahir dan batin.  Walaupun orangtua bersikap tegas dan keras terhadap anak-anaknya namun biasanya tetap untuk tujuan yang baik serta ingin agar anak-anaknya menjadi orang yang berhasil di masa depan.

Dalam membuat anak menjadi anak yang berbahagia, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh para orangtua.  Ada cara-cara yang dapat dilakukan untuk membahagiakan anak jangka panjang dan ada juga yang untuk membahagiakan anak jangka panjang.  Kebahagiaan jangka panjang hanya bersifat sementara untuk dinikmati sesaat saja, sedangkan kebahagiaan jangka panjang dapat dinikmati dalam jangka waktu yang panjang atau lama.  Keduanya dibutuhkan oleh anak-anak sehingga para orangtua harus dapat berlaku bijaksana dan adil dalam menentukan jenis atau macam kebahagiaan apa yang akan diberikan kepada anak-anaknya.

Berikut di bawah ini merupakan contoh perbuatan yang dapat dipraktekkan untuk membuat anak menjadi anak yang bahagia.

Contoh Beberapa Cara Membahagiakan Anak untuk Jangka Pendek :

1. Membelikan mainan yang disukai anak
2. Membawakan makanan kesukaan yang dibeli dari luar rumah
3. Membuatkan makanan favorit anak sehari-hari
4. Mengajak anak bercanda-ria dalam suasana yang hangat
5. Mengajak anak berjalan-jalan di tempat-tempat menarik
6. Menceritakan sesuatu hal yang menarik
7. Bermain mainan bersama dengan anak-anak
8. Mengajak anak berbelanja di supermarket
9. Mandi hujan bersama anak saat turun hujan
10. Berolahraga permainan bersama sekeluarga
11. Mengajak anak ke tempat kerja / kantor orangtua
12. Ikut serta melakukan sesuatu yang disukai anak (hobi)

Contoh Beberapa Cara Membahagiakan Anak untuk Jangka Panjang :

1. Menyekolahkan anak di sekolah yang bagus dan aman
2. Membeli sebidang tanah atau rumah untuk digunakan anak setelah menikah
3. Mengajarkan anak-anak keterampilan yang bermanfaat
4. Membimbing anak dalam berwirausaha / berbisnis di usia muda
5. Menjaga anak-anak dari pergaulan yang salah atau berteman dengan anak nakal
6. Memberi pengetahuan mengenai bertahan hidup di dunia yang kejam
7. Mendidik anak dengan serius agar manjadi anak yang sholeh / sholehah
8. Membiasakan anak menabung emas, perak atau aset riil berharga lainnya
9. Mengajarkan anak tentang perilaku yang baik dan perilaku yang buruk
10. Menemukan minat dan bakat anak lalu mengembangkannya
11. Menikah dengan orang yang tepat dengan bibit, bebet dan bobot yang baik
12. Memilih tempat tinggal di daerah yang aman dari berbagai pengaruh buruk

Cara-cara membahagiakan anak di atas hanyalah sekedar contoh saja.  Para orangtua hendaknya agar dapat berkreasi dalam memberikan kebahagiaan kepada anak-anaknya.  Sesuatu yang sederhana dan murah mungkin bisa saja menjadi sesuatu yang mendatangkan kebahagiaan yang besar kepada anak-anak.  Sebaliknya, sesuatu yang mahal dan hebat mungkin hanya mendatangkan sedikit kebahagiaan kepada anak.  Uang bukan segalanya, kebahagiaan belum tentu bisa didapatkan dengan uang dalam jumlah besar.  Dengan berpedoman kepada ajaran agama dan dilengkapi dengan ilmu pengetahuan yang ada para orang tua pun dapat membuat anak-anaknya bahagia lahir batin secara optimal.
no image
Jika di sekolah kita ada berbagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang bisa kita ikuti, maka tidak ada salahnya kita manfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin untuk menyalurkan minat dan bakat kita. Dengan turut serta bergabung dan aktif di suatu ekskul, bisa jadi kita bisa mendapatkan prestasi tambahan serta juga memungkinkan kita mendapatkan nilai tambahan dari sekolah maupun guru.

Ada beberapa tips yang bisa dijadikan pedoman saat hendak memilih ekskul di sekolah atau di kampus :

1. Sesuaikan Dengan Minat, Bakat, Hobi dan Kemampuan Kita

Jangan ikut bergabung suatu ekskul hanya karena minat saja namun tidak melihat bakat dan kemampuan yang ada sehingga tidak memberikan sesuatu yang maksimal kepada kita. Misalnya seperti ikut ekskul bola basket walaupun tidak berbakat, sehingga nantinya kemungkinan tidak akan pernah masuk tim inti ketika lomba dan hanya menjadi anak bawang.

2. Sesuaikan Dengan Jadwal Kita

Jangan memilih ekskul yang waktu kegiatannya bentrok dengan jadwal kita yang lain. Misalkan saja ekskul marawis latihan setiap hari senin dan kamis sore, namun kita sudah terdaftar dan aktif di bimbel (bimbingan belajar) di hari dan waktu yang sama.

3. Jangan Terpengaruh Teman (Ikut-Ikutan)

Terkadang teman juga suka mengajak kita untuk ikut serta dalam kegiatan ekskulnya atau sekedar iseng ramai-ramai bergabung bersama teman akrab atas dasar solidaritas. Semuanya kembali lagi ke minat, bakat, kemampuan, dan jadwal kita tidak boleh saling bertentangan. Jika hanya ikut-ikutan, kemungkinan besar tidak akan bertahan lama karena berbagai sebab.

4. Hindari yang Dapat Menurunkan Nilai Kita

Jangan sampai dengan mengikuti kegiatan tambahan di sekolah kita, justru membuat prestasi pada kegiatan utama di sekolah kita menjadi menurun. Bisa jadi karena terlalu capek dan sibuk dengan ekskul futsal kita malah jadi jarang belajar dan mengerjakan pr di rumah yang dalam jangka panjang bisa membuat nilai rapot / rapor kita jatuh.

5. Lihat Orang-Orang yang Ada di Dalamnya

Jangan ikut berpartisipasi dalam suatu kegiatan ekskul hanya karena namanya saja, tapi lihat juga siapa pembimbingnya, siapa pelatihnya, siapa pesertanya dan apa prestasinya. Jika kita ikut suatu ekskul yang orang-orangnya tidak kompeten dan tidak peduli, maka ujung-ujungnya hanya kesia-siaan saja yang kita dapati selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

6. Konsultasi dengan Orangtua dan Guru Kita

Bagaimanapun juga orangtua dan guru biasanya tahu yang terbaik bagi kita. Jika orangtua atau guru yang dekat dengan kita bilang jangan ikut, maka jika alasannya memang wajar, maka turutilah. Doa restu orangtua dan guru cukup penting bagi anak-anak seperti kita. Namun tidak menutup kemungkinan jika kita memang bisa meyakinkan orangtua dan guru, kita bisa mendapatkan izin dan doa restu mereka.

7. Hanya Bergabung dengan yang Resmi (Direstui/Diizinkan Sekolah)

Mungkin bisa saja ada kegiatan-kegiatan kesiswaan atau kemahasiswaan yang berjalan tanpa sepengetahuan dan seizin dari pihak sekolah. Hindarilah bergabung dengan kegiatan-kegiatan tersebut jika memang dilarang sekolah karena bisa memberikan dampak negatif. Akan tetapi bila kegiatan tersebut baik dan diterima secara umum, tetapi belum ada hanya karena pihak sekolah belum sanggup mengadakannya, maka boleh-boleh saja kita ikut bergabung selama tidak dilarang pihak sekolah.

Sekian dan terima kasih. Apabila ada tambahan atau koreksi silahkan sampaikan melalui komentar di bawah ini.
no image
Bagi yang masih bersekolah, setiap hari kecuali hari libur sekolah adalah belajar kepada guru di sekolah. Belajar di sekolah akan terasa sangat menyenangkan apabila guru-guru yang mengajar kita menyukai kita, menyayangi kita, dan memberikan perhatian khusus kepada kita. Sebaliknya, sekolah akan terasa amat sangat menyiksa jika guru yang mengajar benci dan tidak peduli dengan kita.

Sebenarnya ada banyak kelebihan atau manfaat dari mendapatkan perhatian lebih dari guru sekolah kita, seperti akan dibantu nilai kita jika kurang alias tidak baik, menjawab pertanyaan dari kita hingga kita mengerti, membela kita saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, guru akan selalu memastikan kita sudah paham atau belum, memberikan bocoran informasi tertentu kepada kita, dielu-elukan di hadapan guru yang lain, dijadikan contoh siswa/pelajar yang baik kepada murid yang lain, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tetapi bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan perhatian lebih dari guru-guru yang ada di sekolahan kita? Mari kita simak cara untuk bisa disukai/disayangi guru-guru di sekolah maupun dosen-dosen di kampus di bawah ini :

1. Selalu memperhatikan guru dengan baik saat sedang mengajar serta melaksanakan perintah guru
2. Selalu disiplin dan tidak melakukan hal-hal yang tidak baik
3. Selalu bertanya pada saat yang tepat jika ada hal-hal yang tidak dimengerti
4. Rajin menyapa guru jika bertemu di mana pun berada
5. Mengajak ngobrol guru saat waktu senggang
6. Menjadi pejabat kelas yang baik (ketua kelas atau wakil ketua kelas, dll)
7. Rajin belajar dan selalu mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah (PR) dengan baik
8. Menawarkan bantuan jika guru terlihat butuh bantuan
9. Rajin beribadah dan memiliki akhlak sopan santun yang baik
10. Jika bisa, berikan prestasi yang baik di luar sekolah

Dengan mempraktekkan hal-hal di atas, selama dilakukan dengan baik dan benar, maka guru-guru pun akan mengenal kita dan memperhatikan kita. Dengan perhatian yang baik dari para guru-guru, maka kegiatan belajar di sekolah tidak akan terasa menjemukan / membosankan. Semoga kita semua bisa berhasil di masa kini dan masa-masa yang akan datang, amin. Terima kasih atas kunjungan anda.
no image
Dalam menentukan film yang akan dilihat oleh anak-anak kita di rumah sebaiknya kita jangan asal-asalan karena salah memilih bisa menyebabkan dampak yang kurang baik pada perkembangan mental anak kita. Jangan samakan kita dengan anak kita, karena anak belum 100% bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Berikut di bawah ini adalah tips dan trik yang dapat anda tarapkan saat memilih/membeli tontonan untuk anak dalam bentuk format apapun baik itu vcd, dvd, bd, dan lain sebagainya :

1. Lihat Siapa Saja Yang Boleh Menonton

Di label film original akan terlihat penilaian dari badan sensor negara yang menentukan siapa-siapa saja yang boleh melihat tayangan film tersebut. Bisa semua umur, remaja dan dewasa. Jangan melanggar label penilaian tersebut agar anak kita selamat dari pengaruh negatif film. Bisa saja film anak-anak tetapi rating di bungkus kemasan filmnya untuk remaja atau untuk orang dewasa, sehingga anak-anak kita dilarang untuk mengkonsumsinya.

2. Survey Informasi Produk Di Internet dan Tanggapan Masyarakat

Jangan malas untuk mencari informasi sebelum membeli sesuatu. Di internet banyak sekali info-info berharga tentang suatu produk yang ada di pasar indonesia dan luar negeri. Kita bisa mengetahui beragam penilaian orang tentang suatu film apakah baik atau buruk, berkualitas atau tidak berkualitas, layak beli atau tidak, boleh untuk anak-anak atau tidak, dan lain-lain.

3. Harga Mahal Tidak Selalu Pasti Bagus Untuk Anak-Anak

Jangan terkecoh dengan harga, karena film yang harganya mahal belum tentu lebih baik daripada film yang harganya murah meriah. Biasanya harga film vcd atau dvd bisa mahal karena film baru, film dari perusahaan tertentu, film dengan edisi spesial, film luar negeri (impor), film dengan kemasan bagus/unik, dan lain sebagainya.

4. Tonton Dulu Sebelum Diberikan Ke Anak

Untuk keputusan terakhir boleh tidaknya suatu film dilihat oleh anak-anak kita adalah dengan menyaksikan sendiri. Kita pahami dan kita nilai sendiri apakah nilai-nilai yang dibawakan film tersebut baik untuk anak atau tidak. Film yang tidak menarik juga bisa dijadikan dasar ketidaklayakan menjadi tontonan anak, karena hanya buang-buang waktu anak kita saja.

5. Waspadai Sisipan Trailer Film Lain

Jangan kaget jika sebelum menonton film utama maupun setelahnya disisipi oleh cuplikan film-film yang tidak layak disaksikan anak-anak karena itu sudah biasa di film indonesia. Yang dapat kita lakukan adalah dengan memegang kendali penuh atas media film tersebut dan selalu mendampingi anak saat menonton, sehingga kita langsungkan ke film utama tanpa melihat trailer film yang lain. Cara lainnya yaitu dengan melakukan editing film dengan membuang trailer film lainnya dan yang pasti tidak mudah dilakukan oleh orang-orang yang tidak ahli di bidang ini.

-----
Yang paling baik adalah dengan selalu mengawasi tontonan anak kita baik dari siaran televisi maupun dari media penyimpanan tontonan. Sebagai orang tua kita harus dapat menyaring mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilihat oleh anak-anak kita. Jika ada yang tidak baik dan terlanjur tertonton oleh anak-anak kita, maka kita harus segera memberi penjelasan agar anak-anak tidak terpengaruh oleh pengaruh buruk yang baru saja mereka lihat.
no image
Sekarang saya akan memberi tahu beberapa cara menjadi siswa yang sukses

1. Taqwa
Kita harus bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, karena hanya kepadanyalah kita akan kembali. Kita dapat melakukannya dengan cara :
1. Jujur
2. Bertanggung jawab
3. Menjaga kehormatan diri sendiri, keluarga, bangsa, dan orang lain

2. Disiplin dan kreatif
Displin membuat kita menjadilebih damai dan tenteram dan tidak merasa gelisah akan kesalahan yang telah dibuat. Selain itu kita juga harus kreatif agar bangsa ini berkembang dan semakin baik.

3. Berkepribadian yang matang
Kita harus memiliki kepribadian yang matang agar dapat diterima dengan baik oleh orang-orang disekitar kita. Beberapa caranya adalah :
1. Senyum
Berilah senyum terbaik mu kepada semua orang niscaya kamu akanmemnangkan hatinya dan lebih mudah berbaur
2. Salam
Berilah salam dan doakan mereka agar mereka sukses. Siapa tahu dia akan mendoakan mu juga
3. Sapa
Sapa lah mereka yang kaukenal mereka akan lebih menyangimu apabila kalian bersikap baik kepada mereka
4. Sabar
Bersabarlah dalam menghadapi musibag yang kau alami. Tuhan memnerkatimu
5. Syukur
Selalu bersyukur atas apapun yang kau dapat, ada yang lebih buruk daripada yang kau dapat .
6. Sehat
Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat maka karenaitu jagalah kesehatan mu agar tetap semangat dan sukses
7. Sugih
Sugih berarti kaya, baik harta maupun ilmu. Bila kita kaya, kita akan lebih mudah untuk memiliki kepribadian yang matang. Sugih dapat didapat dengan cara menjadi siswa yang sukses sehingga mendapat pekerjaan yang baik. Dengan begitu kita akan kaya harta maupun ilmu
8. Sukses
Bila kita sugih maka kita akan sukses, bila kita suses janganlah sombongg dan tetap rendah hati.
9. Syurga
Inilah tujuan akhir kita semua masuk surga dengan tenang. Lakukan lahh seluruh perintah Tuhan, serta jauhi larangan-Nya. Itu semua tentu lebih mudah apabila kita telah memiliki kepribadian yang matang

4. Memiliki wawasan kebangsaan
Sebagai siswa dan warga negara RI kita wajib memiliki wawasan kebangsaan agar hidup kita lebin aman,damai, tenteram dan nyaman di RI tercinta.

5. Memiliki cita-cita
Orang yang memiliki cita-cita belum tentu sukses, namun orang yang sukses pasti memiliki cita-cita. oleh maka karena itu kita harus memiliki :
1. Ambisi (Cita-cita)
2. Kemauan
3. Usaha

6. Berwawasan global
Sebagai siswa yang mendambakan kesuksesan bangsa ini tentu kita harus mengenal seluk beluk dunia ini sehingga dapat berkompetisi dengan negara lain agar negara berkembang dan lebih baik.
no image
Sebagai anak sekolah yang baik, anak-anak SD (sekolah dasar), anak-anak SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan anak-anak SMA (Sekolah Menengah Atas) maupun anak-anak SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) serta sederajat harus melalui masa-masa sekolah sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berkualitas dan berkarakter. Gagal melewati masa sekolah dapat berakibat fatal pada masa depan seorang anak sekolahan.

Dapat dipahami sifat-sifat dasar dari anak-anak dan remaja adalah ingin bersenang-senang sepuas-puasnya tanpa ada gangguan yang dapat merusak kesenangannya itu. Namun, apabila hal itu dibiarkan dapat mengakibatkan anak-anak tidak dapat menjadi individu-individu yang mandiri saat dewasa kelak. Nasib bangsa ini pun terancam ketika generasi mudanya lemah tidak siap menghadapi ancaman, tantangan, gangguan, hambatan, dan lain sebagainya.

Untuk itu untuk bisa menjadi generasi muda yang kuat dan siap bertarung dalam kebenaran, anak sekolah mulai dari sd, smp dan sma harus memperhatikan hal-hal berikut ini agar bisa sukses di dunia dan di akhirat :

1. Menguasai Ilmu Pengetahuan Teori dan Praktek

Saat sekolah adalah saat mengasah kemampuan, bukan mencari nilai setinggi-tingginya. Orang yang nilainya tinggi belum tentu sukses, namun orang yang memiliki banyak kemampuan lebih berpeluang besar lebih sukses daripada orang-orang yang semasa sekolahnya hanya mengejar nilai saja.

Jangan hanya terpaku hanya pada pelajaran yang diberikan di sekolah saja, karena lebih banyak bersifat teoritis saja. Belajar juga secara otodidak hal-hal yang lebih penting dan bersifat aplikatif seperti mesin, elektronika, dagang, kedokteran, pertanian, administrasi, komputer, pemrograman, mengetik, memasak, menjahit, dan lain sebagainya sesuai dengan minat kita.

2. Mengetahui Minat, Bakat dan Kemampuan Diri

Sangat penting untuk mengatahui bidang-bidang apa yang kita sukai dan apakah kita bisa menguasainya. Pahami kemampuan diri kita dan jangan memaksakan diri untuk mempelajari sesuatu yang kita tidak bisa menguasainya. Ada banyak orang yang batinnya tersiksa karena salah memilih bidang ilmu dan bidang pekerjaan karena adanya konflik antara minat dan kemampuan diri.

3. Mencari Tuhan dan Tujuan Hidup

Agar tidak merasa hampa dan sia-sia menjalani hidup ini sehingga bisa berakibat fatal kerena mengikuti hawa nafsu, maka sangat penting untuk menemukan Tuhan. Saat ini masih banyak orang yang ragu atas ada atau tidaknya Tuhan. Yakinkan dulu diri kita bahwa Tuhan itu benar-benar ada dengan belajar ilmu agama serta memikirkan penciptaan makhluk hidup, benda-benda, langit, bumi, dan lain sebagainya. Yang pasti tidak mungkin yang ada saat ini muncul begitu saja tanpa adanya Sang Pencipta. Dengan berhasil menemukan Tuhan dan menjadi orang yang beriman dan bertakwa, maka hidup seseorang akan jauh lebih berkualitas daripada orang-orang yang tidak mempedulikan keberadaan Tuhannya.

Dengan dasar agama yang baik, hidup seseorang jadi jauh lebih terarah, terhindar dari segala hal yang buruk dan mendekati kepada hal-hal yang baik. Tanpa iman dan takwa seseorang jadi budak nafsu saja dan menganggap bahwa setelah mati tidak akan terjadi apa-apa sehinggap hidupnya akan hampa, sempit, mengejar kenikmatan dunia, mendekati hal-hal buruk dan menyangkal hal-hal yang baik bagi dirinya. Tujuan hidup yang benar harus berlandaskan agama yang kuat sehingga hidup di dunia adalah mencari bekal untuk hidup di akhirat.

4. Banyak Bergaul dengan Orang-Orang Baik

Jangan salah memilih teman karena karena teman kita bisa terjerumus. Pilih dan dekati teman-teman yang baik biarpun mereka dianggap culun, katro, kuper, kuno, gak gaul, cemen, payah, dan lain sebagainya oleh orang-orang yang merasa bagus sendiri. Orang yang baik serta biasa-biasa saja akan jauh lebih fleksibel. Biasanya orang-orang yang bergaya high class butuh banyak uang, tenaga, waktu dan pikiran untuk memperhatikan gaya, penampilan, fasilitas, pencitraan, mode, dan lain-lain. Anak-anak atau orang-orang yang bodoh biasanya lebih banyak berkutat pada nongkrong, rokok, miras, narkoba, judi, zina, dan cara mengembangkan kebodohannya agar bisa lebih keren lagi.

5. Memahami dan Menjauhi Kebiasaan Orang Bodoh

Anak sekolah adalah anak-anak yag polos sehingga butuh banyak belajar mengenai hal-hal yang dapat memberikan pengaruh buruk pada diri sendiri maupun orang lain yang ada di sekitarnya. Dengan memahaminya maka kita bisa mengatakan tidak kepada orang-orang yang menawarkannya. Lebih baik dimusuhi sebentar oleh teman-teman yang brengsek kita daripada masa depan kita rusak seumur hidup karena dipaksa untuk setiakawan dalam keburukan. Ciptakan karakter yang kuat pada diri kita bahwa kita orang baik-baik sehingga teman-teman yang badung enggan dan sungkan untuk mengajak kita pada keburukan.

6. Menghormati Orangtua, Guru, Ulama, Orang Berilmu, Dll

Anak yang baik adalah anak yang menghormati orang-orang di sekitarnya. Belajarlah untuk menghormati dan menghargai orang lain jika kita ingin dihormati dan dihargai oleh orang lain. Jangan merasa sombong dengan tidak mau menghormati orang yang tidak selevel dengan kita. Bersikaplah baik kepada semua orang walaupun orang itu tidak mau bersikap baik kepada kita. Hormatilah orang miskin, anak kecil, orang cacat, gelandangan, yang lebih bodoh daripada kita, dan lain-lain.

7. Tidak Terjebak dalam Fanatisme Sempit

Jika masuk dalam suatu kelompok janganlah membela kelompok itu jika salah, namun berusahalah meluruskannya. Contohnya kelompok suku, agama, sekolah, kelas, negara, provinsi, kampung, genk, kampus, kelompok arisan, ormas dan lain sebagainya. Biasanya karena hal yang sepele bisa menyebabkan antar kelompok bertikai dan terlibat tawuran adu jotos satu sama lain. Gunakanlah akal daripada otot kita dalam mengatasi suatu permasalahan. Jika sulit diluruskan, maka tinggalkan saja kelompok tersebut dengan menjadi pihak yang netral.

8. Menjalani Gaya Hidup Sehat Fisik dan Mental

Yang tak kalah penting adalah menjaga tubuh kita sebaik mungkin. Jalani perilaku hidup yang sehat agar saat dewasa nanti tidak terkena penyakit maupun gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh kebiasaan di masa kecil yang tidak baik. Makan makanan yang bergizi empat sehat lima sempurna, rajin olahraga, tidak merokok, tidak narkoba, menjauhi penyakit hati (iri, dengki, sombong, dll), rajin memeriksakan diri ke dokter, menjaga berat badan, dan lain sebagainya.

9. Mempersiapkan Sikap Mandiri, Sosial dan Dewasa

Setelah menjadi anak-anak sekolah, maka nantinya akan tumbuh menjadi anak kuliahan. Setelah jadi anak kuliahan, maka akan jadi orang kantoran atau pebisnis/wirausahawan. Saat masih duduk di bangku sekolah, di bangku kuliah, maupun saat bekerja bisa saja menikah dan memiliki anak. Oleh sebab itu jadikan masa-masa puber dan masa-masa mendapat ktp pertama sebagai titik untuk mulai bersikap dewasa dan mandiri serta bersosialisasi lebih baik kepada orang lain.

10. Belajar dari Banyak Pengalaman Orang

Jangan mengulangi kesalahan-kesalahan orang-orang terdahulu, serta ulangilah kesuksesan/keberhasilan orang-orang terdahulu. Itu semua bisa kita dapati dari mempelajari pengalaman orang lain baik secara langsung maupun melalui buku, tulisan, media massa, dan lain sebagainya. Di dalam kita suci Al-Qur'an pun ada banyak petunjuk hidup serta kisah-kisah orang terdahulu yang sangat berharga bagi kita yang masih perlu banyak belajar.

-----

Dengan menjadi anak sd, anak smp dan anak sma yang kreatif, cerdas dan soleh maka masa depan bukan lagi sesuatu yang menakutkan, akan tetapi sebagai suatu peluang untuk mencari banyak penghasilan sambil berbuat kebaikan terhadap sesama. Belajar tidak lagi hanya terbatas dari buku dan di sekolah saja, namun di mana-mana. Keberhasilan menguasai kemampuan yang jarang dimiliki orang namun banyak dibutuhkan itu sangat luar biasa. Yuk mari jadi anak sekolah / pelajar / siswa-siswi yang sukses demi masa depan yang indah baik di dunia maupun di akhirat.