Articles by "Remaja"
Showing posts with label Remaja. Show all posts
no image
Seperti yang kita ketahui sekarang ini bahwasanya seseorang yang umurnya di bawah 17 tahun sepertinya tidak boleh bekerja secara profesional karena dianggap di bawah umur.  Perusahaan atau orang yang memberikan pekerjaan pada anak-anak di bawah umur diancam keras dengan hukuman pidana.  Tentu saja orang-orang dan perusahaan-perusahaan tidak mau merekrut pegawai yang masih berumur di bawah tujuh belas tahun.

Padahal seseorang yang sudah berumur 14 tahun sudah bisa disebut sebagai orang dewasa berdasarkan ajaran agama Islam, asalkan sudah genap berusia 15 tahun berdasarkan perhitungan kalender hijriah.  Bahkan yang belum berumur 14 tahun pun bisa jadi dewasa jika sudah menampakkan tanda-tanda fisik sebagai orang dewasa sejati.  Jadi seseorang yang umurnya 10 tahun pun bisa dianggap dewasa jika sudah ada tanda-tandanya.  Celakanya budaya kita tetap memperlakukan anak yang sudah berubah menjadi baligh tetap sebagai anak-anak.  Bahkan kadang yang sudah kuliah pun masih dianggap sebagai anak-anak.

Saat ini banyak perusahaan yang enggan menerima karyawan yang terlihat masih abg karena takut tidak bisa bekerja secara profesional dan akan bersifat kekanak-kanakan selama menjalani pekerjaannya.  Jadi wajar saja jika banyak anak gadis usia belia yang terjebak dalam dunia prostitusi dan pemuda remaja usia tanggung yang melakukan tindak kenakalan karena mereka memang tidak punya kesibukan yang menghasilkan.  Mau ingin punya penghasilan sendiri dilarang-larang dan dipersulit.  Ingin menikah dan punya keluarga sendiri pun dilarang-larang.  Memang aneh bukan?

Bagaimana Cara Anak-Anak Mendapatkan Pekerjaan yang Menghasilkan Uang Banyak?

Jadi bagi kamu-kamu yang sudah ingin punya pekerjaan sendiri namun terbentur usia yang masih sangat muda belia hendaknya jangan berkecil hati.  Jika memang sudah masuk dalam usia baligh secara agama maka ciptakanlah pekerjaan bagi diri kalian sendiri.  Dengan demikian tidak ada lagi orang yang disalahkan dan dipenjara karena memberi pekerjaan kepada anak di bawah umur.

Peluang bisnis yang masih terbuka lebar adalah sektor perdagangan.  Terutama di sektor online di mana siapa pun bisa masuk ke dalamnya.  Buatlah tim bisnis sendiri dengan teman-teman sebaya yang memiliki keinginan dan cita-cita yang mirip.  Jika dilakukan dengan baik tentu tidak akan dipermasalahkan oleh pihak yang berwenang dan juga keluarga.  Bisa jadi malah didukung oleh semua pihak karena justru sekumpulan orang-orang yang dianggap sebagai anak-anak malah menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang dewasa.

Sebelum menjalani usaha mitalah pendapat dan izin dari orangtua dan guru.  Hindari melakupan pekerjaan yang justru akan menghancurkan sekolah atau kuliah kalian.  Jika melakukan sesuatu dengan terburu-buru dan gegabah, hasilnya nanti justru akan malah kacau jadinya.  Intinya jangan patah semangat, selalu bekerja keras, inovatif, kreatif, jangan berlebihan, jangan lupa ibadah dan sekolah.  Selamat mencoba dan semoga berhasil sukses selalu.  Terima kasih.
no image
Anak yang mandiri dan dapat berusaha sendiri tanpa bantuan orang tua memang menjadi salah satu tujuan mendidik anak yang baik dan benar. Banyak sekali hal yang bisa anda lakukan untuk mendidik anak anda agar mandiri dan tidak manja.  Dengan memiliki sifat mandiri maka selaku orangtua anda bisa merasa tenang apabila pada suatu ketika sang anak dituntut hidup mandiri tanpa ada keluarga di dekatnya. Hal tersebut bisa mulai dari hal yang terkecil hingga ada beberapa tips lain agar bisa mendidik anak anda mandiri dan tak manja tanpa menekan anak tersebut.

Tips Cara Mendidik Anak Agar Bisa Mandiri dan Tidak Manja :

1. Batasi Keinginan Anak yang Berlebihan

Jangan mudah menuruti semua kemauan anak anda yang minta ini itu. Jika anda menuruti semua keinginan anak anda, maka akan dapat berdampak yang tidak baik bagi anak anda, terutama anak anda akan menjadi anak yang manja. Tips mendidik anak agar tidak manja kali ini dengan membatasi keinginannya yang berlebihan misalnya anda bisa memberikan pilihan pada mainan yang akan dia beli tanpa harus membeli semua.  Selain itu penting juga melakukan penundaan terhadap apa yang dimau anak agar anak agar anak tahu bahwa mencari uang itu tidak mudah walaupun saat itu anda bisa membelinya.  Selain itu untuk melihat konsistensi anak pada sesuatu yang diinginkannya.

Keinginan anak anda bersifat sementara dan bisa berubah secara cepat. Jika anak anda meminta secara berlebihan, anda bisa berbicara dengan pelan dan tunjukkan keuntungan kerugian jika mengambil keputusan tersebut. Anak akan mudah tertarik dengan benda yang ada di sekitarnya dan kadang bisa iri dengan barang milik temannya. Anda bisa menunjukkan jalan yang terbaik dan bisa mengalihkan rasa keinginan tersebut dengan hal lain.

2. Tidak Terlalu Banyak Melarang


Jika anda terus terusan dan bahkan selalu melarang ini itu maka anak anda akan memiliki sifat pembangkang dan pemarah. Anak anda akan terkena pada zona di mana ia akan tertekan dan mulai menjadi pemarah. Sebaiknya lakukan komunikasi secara intensif dengan tatap muka dan ajak anak anda untuk membuat peraturan secara bersama. Ini akan menambah kedekatan anda dengan anak anda.

Selain itu jika anda terlalu banyak melarang, anda akan diacuhkan anak anda dan lebih berbahayanya lagi anak anda malah akan berbalik terhadap larangan tersebut. Beritahu anak anda dengan kata-kata yang bisa dilogika untuknya sehingga ia tahu dampak apa yang akan terjadi jika ia melakukan hal tersebut.  Ceritakan berbagai pengalaman hidup anda yang berkaitan dengan hal-hal yang anda tidak perbolehkan ke anak anda agar ia bisa mengambil hikmah dari cerita kisah hidup orang lain.

3. Mengenalkan Dunia Usaha Sejak Kecil

Agar anak mengerti mengenai cara mencari uang dengan cara yang baik, orangtua harus mengenalkan anak dengan dunia usaha.  Minimal anak diberikan pengetahuan mengenai cara berdagang yang baik dan benar.  Bila perlu ajak anak untuk terjun langsung praktek membuat toko, baik secara toko fisik maupun toko virtual (toko online).  Dengan begitu anak akan memiliki pengalaman cara mencari uang sendiri dari jual beli.  Syukur-syukur anak bisa mengembangkan wirausaha yang digelutinya sehingga bisa berkembang menjadi besar.

4. Menyekolahkan Anak Jauh dari Orangtua

Dengan hidup berjauhan dengan orangtua, anak akan merasa terpaksa untuk belajar hidup mandiri agar bisa bertahan hidup.  Tentunya hal ini harus atas kesepakatan anak dengan orangtua atau wali.  Biarkan anak memiliki mau sekolah apa di tempat yang jauh.  Mau sekolah pesantren silahkan, mau sekolah lain juga silahkan asalkan anak bertanggung jawab atas pilihannya serta berjanji tidak meninggalkan ibadahnya.

---

Jika anak sudah dibiasakan untuk hidup mandiri sejak kecil, maka anak tidak akan bersikap manja lagi.  Apalagi jika sudah paham tentang cara mencari uang sendiri dengan cara-cara yang baik dan benar.  Tentu anak akan menjadi lebih matang, berwibawa, jaga image (jaim), dan gengsi di depan orang lain.  Namun jangan lupa menanamkan nilai-nilai agama dan budaya yang baik kepada anak.  Ditambah lagi dengan mengajarkan anak dari pengalaman hidup orangtua maupun orang lain dapat membuat anak menjadi lebih waspada terhadap berbagai macam ancaman yang siap menghadang.  Semoga anak anda bisa menjadi anak yang mampu hidup mandiri dan tidak bemanja-manja lagi.  Terima kasih.

+baiiput
no image
Anak yang baik selalu ingin membuat orangtuanya senang dan bahagia, baik secara lahir maupun batin.  Secara umum orangtua adalah orang yang paling sayang kepada diri seorang manusia.  Sejak lahir ke dunia seseorang dirawat dan dibesarkan penuh dengan kasih sayang dengan harapan agar anaknya kelak dapat menjadi orang yang bisa membahagiakan orangtuanya baik di dunia maupun di akhirat.  Ibu adalah sosok orang yang semestinya paling kita hormati.  Setelah ibu, barulah ayah menjadi orang yang paling kita hormati.

Memberikan kebahagiaan dan rasa bangga kepada orangtua atas pencapaian yang dicapai oleh anaknya adalah sesuatu hal yang penting.  Orangtua harus bisa turut merasakan kebahagiaan yang digapai oleh anak-anaknya sebagai balasan anak kepada orangtua yang dulu menyayanginya.  Orangtua tidak butuh kebahagiaan dalam bentuk material saja, namun juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, penghormatan, penghargaan, dan lain sebagainya.  Ada banyak cara yang bisa ditempuh seseorang untuk membahagiakan orangtuanya, mulai dari hal yang ringan hingga yang sangat kompleks.

Tips Beberapa Cara Membuat Orangtua Merasa Terharu Bangga / Bahagia Pada Anaknya :

1. Menjadi Seseorang yang Sesuai dengan Keinginan Orang Tua

2. Mewujudkan Cita-Cita yang Telah Lama Diimpikan Orangtua

3. Lulus Wisuda Menjadi Seorang Sarjana, Master, Doktor, Profesor, Dll

4. Sukses Menjadi Orang yang Mapan dan Sejahtera

5. Memberangkatkan Haji Orangtua yang Kurang Mampu

6. Menikah Dengan Orang yang Direstui Orangtua

7. Memiliki Anak yang Merupakan Cucu Orangtua Kita

8. Menjuarai Suatu Perlombaan atau Kejuaraan Olahraga

9. Memberikan Perhatian Penuh Kepada Orangtua

10. Menjadi Anak yang Berbudi Pekerti Baik dan Sholeh

11. Mengangkat Derajat Orangtua Menjadi Lebih Tinggi

12. Menjadi Orang yang Disenangi / Dihormati di Lingkungan Tempat Tinggal

Jika masih ada cara membuat terharu orangtua yang lainnya, harap beritahukan kami melalui fitur komentar yang ada di bagian bawah artikel ini.  Mudah-mudahan kita semua mendapatkan manfaat dan kebaikan dari artikel yang singkat tentang tips jitu membuat orangtua terharu bahagia.  Kurang lebihnya kami mohon maaf yang setinggi-tingginya, terima kasih banyak atas perhatian dan kerja sama anda.
no image
Setiap manusia memiliki masalahnya masing-masing tidak terkecuali anak-anak yang masih di bawah umur 17 tahun dan juga para remaja.  Walaupun secara umum belum memiliki pemikiran yang berkembang seperti halnya orang dewasa, anak-anak remaja telah dihadapkan dengan berbagai permasalahan hidup yang bervariasi.  Ada masalah yang ringan dan mudah dipecahkan, dan ada pula masalah berat yang sulit untuk diselesaikan dengan baik.  Tentu saja para orangtua dan guru harus siap sedia menjadi pembimbing untuk anak-anaknya atau murid-muridnya.

Contoh Bentuk / Jenis Masalah yang Dihadapi Oleh Anak-Anak dan Remaja :

A. Masalah di Sekolah

1. Masalah dengan guru
2. Masalah dengan peraturan sekolah
3. Masalah dengan ujian, kenaikan kelas, dan kelulusan
4. Masalah dengan jajan dan makan minum
5. Masalah dengan kegiatan belajar dan mengajar
6. Masalah dengan transportasi pulang pergi

B. Masalah di Rumah

1. Masalah dengan pekerjaan rumah (PR)
2. Masalah dengan tugas sekolah
3. Masalah dengan kursus, les, bimbingan belajar, dll
4. Masalah dengan orangtua
5. Masalah dengan anggota keluarga dan kerabat
6. Masalah dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari
7. Masalah dengan uang saku / uang jajan

C. Masalah dengan Teman-Teman

1. Masalah dengan teman sekolah
2. Masalah dengan teman di sekitar rumah
3. Masalah dengan teman kursus / bimbel
4. Masalah dengan teman lama
5. Masalah dengan teman sehobi
6. Masalah dengan teman gaib (bila ada)

D. Masalah dengan Orang yang Disukai

1. Masalah sebagai pengagum gelap
2. Masalah dengan pacar
3. Masalah dengan penggemar
4. Masalah dengan teman dekat
5. Masalah dengan mantan

E. Masalah dengan Kekhawatiran Masa Depan

1. Masalah dengan penetapan cita-cita sesuai minat dan bakat
2. Masalah dengan keterampilan dan kemampuan modal kerja
3. Masalah dengan pekerjaan di masa depan
4. Masalah dengan istri, anak, cucu dan mertua di masa depan
5. Masalah dengan penghasilan untuk pemenuhan kebutuhan hidup di masa mendatang

F. Masalah dengan Hobi

1. Masalah dengan kebutuhan modal berhobi
2. Masalah manajemen barang-barang hobi
3. Masalah dengan pihak ketiga penyelenggara kegiatan hobi

G. Masalah dengan Agama

1. Masalah dengan sholat lima waktu dan sunnah
2. Masalah dengan puasa wajib dan sunnah
3. Masalah dengan pembayaran zakat
4. Masalah dengan pergi haji ketika mampu
5. Masalah dengan infak dan sedekah
6. Masalah dengan istiqomah dari kemaksiatan
no image
Di Indonesia, umumnya sekolah dan kuliah dijalani oleh para generasi muda dengan setengah hati.  Hal ini disebabkan oleh tidak sinkronnya antara materi pelajaran yang diberikan dengan hal-hal yang diinginkan oleh para siswa atau mahasiswa.  Para muda-mudi belajar menuntut ilmu untuk sekedar mengikuti budaya yang telah ada dan juga untuk mendapatkan ijazah pendidikan yang nantinya dapat digunakan untuk melamar pekerjaan.  Padahal jika dipadukan antara pendidikan dengan apa yang dimaui oleh anak-anak dan remaja, maka bukan hal yang mustahil akan menghasilkan banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas baik.

Hal-Hal yang Diinginkan Para Murid Sekolah dan Mahasiswa (Anak-Anak dan Remaja) :

1. Pekerjaan yang Layak Sesuai Kemampuan

Setiap pelajar yang bersekolah memiliki keinginan untuk segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan dirinya.  Tentu saja pekerjaan yang dilakukan haruslah pekerjaan yang memberikan hasil yang layak yang dapat membuat dirinya dan keluarganya hidup sejahtera.  Sejak Sekolah Dasar (SD) mungkin seseorang sudah ingin bekerja dan memiliki penghasilannya sendiri yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri beserta keluarganya.  Namun akibat dari hampir tidak adanya lapangan pekerjaan untuk anak-anak yang beranjak remaja menyebabkan mereka mengubur hidup-hidup keinginan yang baik tersebut.

2. Banyak Kesempatan Main dan Menyalurkan Hobi

Para remaja dan anak-anak pada umumnya masih memiliki daya imajinasi dan keinginan untuk main dengan sesamanya yang tinggi.  Terdapat keinginan yang tinggi untuk mengeksplorasi dan mencoba berbagai hal termasuk hal-hal yang dilarang dan tidak baik untuk diri mereka sendiri.  Namun akibat kurangnya kesempatan yang diberikan maka banyak yang melakukannya di sekolah atau di luar sekitar lingkungan sekolah.  Akibatnya kegiatan belajar pun jadi kurang semangat dijalankan oleh para siswa / mahasiswa.  Ditambah lagi kondisi kegiatan belajar mengajar yang terlalu serius, berat dan menuntut banyak hal dari para peserta didik.

3. Ilmu yang Bermanfaat dan Penting untuk Masa Depan

Pelajaran yang diberikan oleh sekolah dan kampus biasanya kurang begitu berguna umtuk menyiapkan diri sebagai pribadi yang dewasa dan siap kerja.  Materi pelajaran sekolah banyak yang disampaikan dalam bentuk yang kurang menarik dan kurang tepat sehingga para siswa tidak dapat mengambil intisari ilmu secara optimal.  Ilmu-ilmu yang terlalu teori dan minimnya praktek membuat anak-anak dan remaja yang lulus kuliah seperti tidak siap bekerja.  Belum lagi kondisi lingkungan sekolah yang sangat jauh berbeda suasananya dengan kondisi di tempat kerja membuat orang yang baru bekerja harus banyak belajar sebelum bisa mengerjakan tugas kantor dengan baik.

4. Pengakuan dan Penerimaan Oleh Orang-Orang Sekitar

Para remaja biasanya ingin dianggap sebagai orang dewasa oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya.  Secara umum para remaja memang memasuki usia dewasa karena usia mereka yang sudah mencapai 15 tahun atau sudah menunjukkan tanda-tanda kedewasaan sebelum berumur 15 tahun.  Namun penampilan fisik orang Indonesia yang awet muda dan bertubuh mungil membuat anak-anak yang telah menginjak usia dewasa tetap dianggap seperti anak-anak.  Padahal sebagian para remaja ingin hidup mandiri, mapan, bekerja tetap, berkeluarga dan bersosialisasi serta menyalurkan aspirasinya layaknya orang-orang yang telah dewasa.

5.  Hidup Mapan Mandiri dengan Keluarga Sendiri

Para siswa pelajar yang sudah memasuki usia baligh atau usia dewasa banyak yang sudah memiliki keinginan untuk hidup mapan dan mandiri.  Tentu saja mapan dan mandiri ini disertai dengan istri atau suami sebagai teman hidup dalam suka dan duka.  Mapan tentu saja didapat dari hasil bekerja dengan penghasilan yang layak.  Mandiri dengan hidup tanpa harus bergantung kepada orangtua dan keluarga.  Memiliki rumah sendiri, kendaraan sendiri, mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan lain sebagainya.  Walaupun para remaja belum punya pengalaman hidup mandiri, namun semua hal yang diperlukan dapat dipelajari dengan cepat sambil berjalan.

Jika ada yang kurang-kurang atau salah-salah mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.  Mudah-mudahan cita-cita luhur yang kita kehendaki dapat terwujud suatu saat nanti.  Jika anda masukan atau tambahan silahkan anda gunakan fasilitas komentar yang ada di bagian bawah artikel ini.  Terima kasih atas kunjungan dan perhatian anda.
no image
Banyak anak-anak dan remaja yang ketika mendapatkan jajan maka uang tersebut dihabiskan begitu saja tanpa sisa.  Padahal jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik bisa mendatangkan kebaikan yang cukup signifikan.  Oleh sebab itu hendaknya mulai dari saat ini berhenti jajan yang tidak begitu penting agar uang yang diberikan oleh orangtua dapat disisihkan sedikit demi sedikit sehingga dapat digunakan untuk berbagai hal yang bermanfaat untuk saat ini maupun waktu yang akan datang.

Beberapa Contoh Cara Mengelola Uang Jajan / Uang Saku yang Baik dan Benar :

1. Digunakan Seperlunya dan Tidak Berlebihan

Jika mendapatkan uang jajan atau uang saku dari orangtua alangkah baiknya jika digunakan seperlunya saja.  Misalnya untuk makan makanan besar saat lapar, membeli minuman air putih dalam kemasan apabila sedang haus, biaya transportasi, pulsa telepon genggam, alat tulis, kebutuhan sehari-hari, dan lain sebagainya.  Hindari membeli sesuatu yang kira-kira hanya digunakan beberapa kali saja atau beberapa waktu saja lalu kemudian habis atau tidak digunakan lagi yang sifatnya tidak terlalu penting.  Dengan begitu akan ada sisa uang tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan untuk hal-hal penting lainnya.

2. Modal Usaha / Bisnis Wirausaha

Sebagian uang saku yang berhasil ditabung segera dibelikan barang modal untuk dagang.  Belanjakan uang jajan yang tersisa untuk membeli barang-barang murah yang dijual di pasar-pasar grosiran.  Belilah dalam jumlah yang besar agar mendapatkan harga yang murah, misalnya satu lusin, satu kodi, satu gross, satu ball, satu pak, satu peti, satu ikat, dan lain sebagainya.  Dengan begitu barang yang telah terbeli murah tersebut dapat dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi sehingga mendapatkan keuntungan yang lumayan dari barang yang laku terjual.

Jual barang dagangan kepada para pengguna internet, teman, tetangga, keluarga, dan lain sebagainya.  Sebagian barang bisa dititipkan di koprasi, toko, lapak, bazar, pasar, pasar malam, dan lain-lain.  Jangan lupa menyiapkan berbagai kelengkapan berjualan jarak jauh agar nantinya tidak bingung ketika harus melayani pesanan pembelian dari konsumen yang berada nun jauh di sana.

Jika memiliki uang yang cukup besar bisa digunakan untuk sewa tempat untuk berdagang, menawarkan jasa, dan lain sebagainya.  Dalam hal berdagang contohnya seperti membuka warung jus, gado-gado, alat elektronik, atk, alat rumah tangga, pulsa, dan lain sebagainya.  Dalam hal jasa misalnya seperti pangkas rambut, jasa pengetikan, jasa tambal ban, jasa bengkel, dan lain sebagainya.  Dengan begitu maka uang saku dapat menjadi berlipat-lipat ganda jika berhasil.  Sedangkan jika tidak berhasil maka uang jajan yang ditabungkan bisa berkurang atau bahkan bisa habis karena gagal dalam usaha.

3. Menabung Untuk Masa Depan

Jika belum ada niat untuk berwirausaha maka cara yang paling bijaksana dalam mengelola uang jajan berlebih adalah dengan membeli aset, benda anti inflasi, barang investasi, dan lain sebagainya.  Hindari menabung dalam bentuk uang karena uang akan terus-menerus inflasi sehingga lama-kelamaan akan kehilangan daya belinya dari waktu ke waktu.  Yang paling baik adalah dengan menyimpan logam mulia atau benda lain yang tahan inflasi.  Akan jauh lebih bermanfaat lagi jika dibelikan aset tanah yang nantinya dapat dibangun rumah untuk tempat tinggal setelah dewasa dan menikah.  Jangan lupa untuk membayar pajak dan zakat agar harta yang kita miliki menjadi berkah.

4. Disimpan Untuk Berjaga-Jaga

Jika tidak untuk usaha, tidak untuk dibelikan sesuatu yang anti inflasi, tidak untuk dibelikan barang investasi, dan lain-lain maka simpanlah uang dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan mendesak.  Kita tidak akan tahu kapan kita akan membutuhkan dana dalam jumlah cukup untuk kebutuhan penting yang datang secara tiba-tiba.  Salah satu cara terbaik adalah dengan menyimpan uang dalam jumlah yang dirasa cukup.  Hindari menyimpan uang di bank yang melakukan praktek riba.

5. Pengembangan Keterampilan

Setiap orang harus belajar berbagai keterampilan demi kebaikan dirinya.  Jika ada banyak uang maka tidak ada salahnya untuk mencoba mengembangkan diri dengan ikut pendidikan kursus, pendidikan, pelatihan, dan lain sebagainya.  Dengan mengikuti berbagai program pengembangan keterampilan dan kemampuan maka diharapkan bisa menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah bergantung kepada orang lain yang ada di sekelilingnya saat telah beranjang dewasa.  Contohnya yaitu seperti belajar komputer, belajar memasak, belajar menjahit, belajar mengemudi, belajar teknik, dan lain sebagainya.  Di samping sekolah untuk mendapatkan pengetahuan, berbagai kursus dan pelatihan juga sangat baik untuk dilakukan.

Apabila ada kekurangan atau kesalahan mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.  Terima kasih atas kunjungan anda di situs web organisasi.org ini.
no image
Setiap anak di Indonesia memiliki kewajiban untuk sekolah selama 9 tahun lamanya (wajib belajar 9 tahun).  Lulus tidak lulus, pintar tidak pintar, bisa tidak bisa, ikhlas tidak ikhlas, yang penting sekolah selama 9 tahun.  Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah agar generasi muda di masa depan bisa memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan sejajar dengan sumber daya manusia di negara-negara maju.

Namun kenyataan yang terjadi di lapangan tidaklah sesuai dengan harapan yang telah ditetapkan.  Ada banyak pelajar sekolah yang bersekolah dengan perasaan malas.  Mungkin jika di negara kita tidak memiliki budaya malu jika tidak sekolah, serta tidak ada kewajiban untuk sekolah 9 tahun mungkin tidak akan banyak orang yang mau bersekolah.  Masih banyak hal yang perlu dibenahi pada sistem pendidikan di Indonesia, agar ke depannya bisa berubah menjadi lebih baik dari yang ada pada saat sekarang ini.

Beberapa Hal Penyebab yang Membuat Anak Malas Sekolah / Kuliah untuk Menuntut Ilmu :

1. Guru yang galak dan kurang bersahabat dengan para murid

2. Jarak antara rumah dan sekolah yang terlalu jauh

3. Terlalu banyak pelajaran yang menyita waktu, tenaga, pikiran dan perasaan

4. Biaya pendidikan yang tinggi dari mulai pendaftaran hingga lulus kuliah

5. Tidak menjamin mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus

6. Terlalu banyak teori sedangkan praktek sangat minim

7. Guru terlalu senang memberi PR yang membebani siswa di rumah

8. Terlalu banyak peraturan yang dirasa kurang perlu atau kurang pas

9. Hukuman pelanggaran disiplin yang terlalu memberatkan siswa-siswi

10. Otak yang cerdas tidak menjamin bisa lulus sekolah dengan lancar

11. Kurang waktu untuk istirahat dan rileks karena jam belajar yang panjang, kurang libur dan PR

12. Mendapat gangguan dari teman-temannya yang bandel / nakal

13. Harus mengikuti acara perpeloncoan ketika baru masuk sekolah

14. Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak lengkap atau tidak menarik

15. Tidak ada makan dan minum gratis secara rutin dari pihak sekolah

16. Sekolah memiliki musuh dari sekolah lain dalam hal tawuran pelajar

17. Materi pelajaran sekolah yang terlalu sulit untuk dipahami

18. Lingkungan sekolah yang kurang baik dan bersahabat

19. Bosan karena harus melakukan kegiatan berulang-ulang hampir setiap hari

20. Tidak mendapatkan uang atau materi dari bersekolah

21. Harus membawa beban tas yang berat setiap berangkan dan pulang sekolah

22. Butuh waktu yang sangat lama untuk bisa bekerja di perusahaan

23. Guru yang lebih mementingkan nilai daripada budi pekerti siswa

24. Kurangnya fasilitas yang menghibur bagi para murid

25. Kesenjangan sosial antara murid yang miskin dan yang kaya

26. Guru yang kurang menguasai materi yang diajarkannya

27. Guru yang tidak bisa menyampaikan materi pelajaran dengan baik

28. Guru yang telalu sering menghukum para siswa yang tidak menguasai pelajaran

29. Tidak boleh mengambil cuti sekolah ketika ingin tidak masuk untuk waktu yang lama

30. Lingkungan sekolah yang kurang menerapkan nilai-nilai agama mayoritas dengan baik

Itulah beberapa hal yang dapat membuat seorang pelajar sekolah merasa malas untuk melaksanakan tugasnya sebagai pelajar sekolah.  Agar anak-anak bersemangat untuk mau ke sekolah dan menuntut ilmu dengan baik dibutuhkan upaya-upaya yang berkesinambungan dari berbagai pihak.  Hal ini merupakan tugas berat dari sekolah dan pemerintah.  Orangtua murid pun juga perlu turut berperan aktif dalam menyemangati anak-anaknya dalam bersekolah.  Dengan bersekolah yang baik, maka anak-anak dapat menjadi orang dewasa yang memiliki kecerdasan yang baik, akhlak tingkah laku yang mulia, keimanan dan ketakwaan yang tinggi dan berbagai hal baik lainnya.
no image
Jika di sekolah kita ada berbagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang bisa kita ikuti, maka tidak ada salahnya kita manfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin untuk menyalurkan minat dan bakat kita. Dengan turut serta bergabung dan aktif di suatu ekskul, bisa jadi kita bisa mendapatkan prestasi tambahan serta juga memungkinkan kita mendapatkan nilai tambahan dari sekolah maupun guru.

Ada beberapa tips yang bisa dijadikan pedoman saat hendak memilih ekskul di sekolah atau di kampus :

1. Sesuaikan Dengan Minat, Bakat, Hobi dan Kemampuan Kita

Jangan ikut bergabung suatu ekskul hanya karena minat saja namun tidak melihat bakat dan kemampuan yang ada sehingga tidak memberikan sesuatu yang maksimal kepada kita. Misalnya seperti ikut ekskul bola basket walaupun tidak berbakat, sehingga nantinya kemungkinan tidak akan pernah masuk tim inti ketika lomba dan hanya menjadi anak bawang.

2. Sesuaikan Dengan Jadwal Kita

Jangan memilih ekskul yang waktu kegiatannya bentrok dengan jadwal kita yang lain. Misalkan saja ekskul marawis latihan setiap hari senin dan kamis sore, namun kita sudah terdaftar dan aktif di bimbel (bimbingan belajar) di hari dan waktu yang sama.

3. Jangan Terpengaruh Teman (Ikut-Ikutan)

Terkadang teman juga suka mengajak kita untuk ikut serta dalam kegiatan ekskulnya atau sekedar iseng ramai-ramai bergabung bersama teman akrab atas dasar solidaritas. Semuanya kembali lagi ke minat, bakat, kemampuan, dan jadwal kita tidak boleh saling bertentangan. Jika hanya ikut-ikutan, kemungkinan besar tidak akan bertahan lama karena berbagai sebab.

4. Hindari yang Dapat Menurunkan Nilai Kita

Jangan sampai dengan mengikuti kegiatan tambahan di sekolah kita, justru membuat prestasi pada kegiatan utama di sekolah kita menjadi menurun. Bisa jadi karena terlalu capek dan sibuk dengan ekskul futsal kita malah jadi jarang belajar dan mengerjakan pr di rumah yang dalam jangka panjang bisa membuat nilai rapot / rapor kita jatuh.

5. Lihat Orang-Orang yang Ada di Dalamnya

Jangan ikut berpartisipasi dalam suatu kegiatan ekskul hanya karena namanya saja, tapi lihat juga siapa pembimbingnya, siapa pelatihnya, siapa pesertanya dan apa prestasinya. Jika kita ikut suatu ekskul yang orang-orangnya tidak kompeten dan tidak peduli, maka ujung-ujungnya hanya kesia-siaan saja yang kita dapati selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

6. Konsultasi dengan Orangtua dan Guru Kita

Bagaimanapun juga orangtua dan guru biasanya tahu yang terbaik bagi kita. Jika orangtua atau guru yang dekat dengan kita bilang jangan ikut, maka jika alasannya memang wajar, maka turutilah. Doa restu orangtua dan guru cukup penting bagi anak-anak seperti kita. Namun tidak menutup kemungkinan jika kita memang bisa meyakinkan orangtua dan guru, kita bisa mendapatkan izin dan doa restu mereka.

7. Hanya Bergabung dengan yang Resmi (Direstui/Diizinkan Sekolah)

Mungkin bisa saja ada kegiatan-kegiatan kesiswaan atau kemahasiswaan yang berjalan tanpa sepengetahuan dan seizin dari pihak sekolah. Hindarilah bergabung dengan kegiatan-kegiatan tersebut jika memang dilarang sekolah karena bisa memberikan dampak negatif. Akan tetapi bila kegiatan tersebut baik dan diterima secara umum, tetapi belum ada hanya karena pihak sekolah belum sanggup mengadakannya, maka boleh-boleh saja kita ikut bergabung selama tidak dilarang pihak sekolah.

Sekian dan terima kasih. Apabila ada tambahan atau koreksi silahkan sampaikan melalui komentar di bawah ini.
no image
Bagi yang masih bersekolah, setiap hari kecuali hari libur sekolah adalah belajar kepada guru di sekolah. Belajar di sekolah akan terasa sangat menyenangkan apabila guru-guru yang mengajar kita menyukai kita, menyayangi kita, dan memberikan perhatian khusus kepada kita. Sebaliknya, sekolah akan terasa amat sangat menyiksa jika guru yang mengajar benci dan tidak peduli dengan kita.

Sebenarnya ada banyak kelebihan atau manfaat dari mendapatkan perhatian lebih dari guru sekolah kita, seperti akan dibantu nilai kita jika kurang alias tidak baik, menjawab pertanyaan dari kita hingga kita mengerti, membela kita saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, guru akan selalu memastikan kita sudah paham atau belum, memberikan bocoran informasi tertentu kepada kita, dielu-elukan di hadapan guru yang lain, dijadikan contoh siswa/pelajar yang baik kepada murid yang lain, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tetapi bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan perhatian lebih dari guru-guru yang ada di sekolahan kita? Mari kita simak cara untuk bisa disukai/disayangi guru-guru di sekolah maupun dosen-dosen di kampus di bawah ini :

1. Selalu memperhatikan guru dengan baik saat sedang mengajar serta melaksanakan perintah guru
2. Selalu disiplin dan tidak melakukan hal-hal yang tidak baik
3. Selalu bertanya pada saat yang tepat jika ada hal-hal yang tidak dimengerti
4. Rajin menyapa guru jika bertemu di mana pun berada
5. Mengajak ngobrol guru saat waktu senggang
6. Menjadi pejabat kelas yang baik (ketua kelas atau wakil ketua kelas, dll)
7. Rajin belajar dan selalu mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah (PR) dengan baik
8. Menawarkan bantuan jika guru terlihat butuh bantuan
9. Rajin beribadah dan memiliki akhlak sopan santun yang baik
10. Jika bisa, berikan prestasi yang baik di luar sekolah

Dengan mempraktekkan hal-hal di atas, selama dilakukan dengan baik dan benar, maka guru-guru pun akan mengenal kita dan memperhatikan kita. Dengan perhatian yang baik dari para guru-guru, maka kegiatan belajar di sekolah tidak akan terasa menjemukan / membosankan. Semoga kita semua bisa berhasil di masa kini dan masa-masa yang akan datang, amin. Terima kasih atas kunjungan anda.
no image
Jika pada saat penentuan jurusan kuliah kita ingin segera mendapat penghasilan dari bekerja, maka jangan asal-asalan dalam memilih jurusan kuliah kita. Salah memilih bisa menyebabkan dilema yang cukup serius dan berkepanjangan pada diri kita sendiri. Jangan memilih jurusan hanya karena ingin unjuk diri, ingin belajar suatu ilmu, ingin menyenangkan hati orang lain, dan lain-lain.

Jika fokusnya adalah pekerjaan dan penghasilan yang cepat dan mudah, maka pilih jurusan yang lulusannya banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, misalnya seperti akuntansi, manajemen, keperawatan, teknik mesin, ilmu komputer, keguruan, dan lain-lain. Tetap perhatikan minat, bakat dan kemampuan diri kita dalam menentukan jurusannya. Namun jika tujuannya bukan kerja dan uang, maka pilihannya terletak di tangan anda sendiri yang disesuaikan dengan bakat, minat dan kemampuan agar bisa lulus dengan baik.

Jika kita ingin memiliki suatu profesi tertentu, namun takut sulit mendapat pekerjaan ataupun terhambat faktor biaya, maka kita bisa mempelajarinya di waktu senggang kuliah kita. Ambil kuliah dengan jurusan yang gampang cari pekerjaan dan ketika ada waktu kita tinggal mempelajari sungguh-sungguh ilmu yang ingin kita kuasai dengan harapan bisa menguasai ilmu tersebut nanti.

Jika ternyata di tengah jalan ternyata diri kita tidak mampu menguasi ilmu yang ingin kita kuasai, maka kita tetap bisa selamat karena jurusan yang kita ambil masih bisa menjadi tumpuan. Namun jika ternyata kita bisa menguasai ilmu tersebut maka kita bisa menunjukkannya kepada banyak orang dengan hasil karya kita dengan harapan ada perusahaan yang melirik dan menawarkan pekerjaan kepada kita atas kemampuan yang kita miliki, bukan atas dasar ijazah semata.

Jadi mencari dan menuntut ilmu itu tidak terbatas pada pendidikan formal saja, namun juga bisa kita cari melalui cara otodidak (belajar sendiri) dan cara-cara informal lainnya lewat pengalaman. Suatu hari nanti pasti kemampuan akan lebih dibutuhkan daripada sekedar selembar ijasah tanpa kemampuan pemiliknya. Untuk apa perusahaan mempekerjakan profesor doktor tetapi tidak bisa melaksanakan pekerjaannya saat disuruh bekerja.
no image
Saat ini tidak hanya laki-laki saja yang bekerja untuk mencari nafkah, namun perempuan juga banyak yang bekerja untuk menambah penghasilan keluarga. Bekerja tidak selalu hanya untuk mencari uang, akan tetapi juga untuk tujuan lainnya seperti aktualisasi diri, mencari teman, mencari jodoh, mencari kesibukan diri, dan lain sebagainya.

Pekerjaan yang baik bukan hanya pekerjaan yang memberikan penghasilan yang besar saja, bukan juga yang nyaman dilakukan, tetapi lebih dari itu, ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Setiap orang yang bekerja harus bisa menemukan pekerjaan yang tepat dan cocok untuk dirinya sendiri. Gagal mencari kerja yang cocok dengan minat, bakat dan kemampuannya bisa membuat seseorang kurang bahagia lahir dan batin.

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda / ciri-ciri / kriteria pekerjaan yang cocok dengan diri seseorang :

1. Bisa Menjalankan Pekerjaan Tanpa Banyak Kesulitan

Dalam bekerja di kantor harus menguasai pekerjaan yang dijalani sehingga tidak merepotkan orang lain saat bekerja. Sebagian besar pekerjaan yang dikerjakan harus bisa diselesaikan oleh diri sendiri. Lain hal jika pekerjaan itu butuh kerjasama tim.

2. Bekerja di Lokasi / Tempat Kerja yang Cocok

Jangan memilih pekerjaan yang terlalu jauh tempatnya dari tempat tinggal kita, karena dapat menguras tenaga, biaya dan waktu kita. Namun jika sudah terlanjur, maka bisa diatasi dengan mencari tempat tinggal yang lebih dekat dengan kantor, selama anggota keluarga lain tidak keberatan.

3. Memberikan Penghasilan dan Tunjangan yang Baik dan Halal

Percuma kita kerja banting tulang, peras keringat, tekor otak apabila pendapatan yang diterima tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup sederhana sehari-hari. Carilah pekerjaan yang penghasilan serta tunjangannya bisa lebih dari cukup dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pekerjaan dan penghasilan pun juga harus halal dari sisi Agama kita.

4. Bekerja dengan Orang-Orang yang Menyenangkan

Kita bisa pusing dan stress jika rekan-rekan kerja kita selalu membuat masalah dengan kita. Bekerja yang baik harus diliputi oleh suasana kekeluargaan, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain serta penuh dengan canda tawa dalam porsi yang wajar.

5. Menyukai dan Menikmati Pekerjaan yang Diberikan

Kita bekerja harus sesuai dengan minat kita sehingga kita bisa menjalankan pekerjaan dengan penuh suka cita dan penuh tanggungjawab. Tanpa itu maka kita akan merasa seperti terpaksa melakukan pekerjaan kita yang tanpa didasari keinginan kuat untuk melakukan pekerjaan yang diberikan.

6. Budaya Kerja yang Baik

Di dalam tempat kerja memiliki aturan-aturan, adat kebiasaan, norma dan nilai-nilai yang adil serta sesuai dengan hati nurani kita. Jika bertentangan maka bisa membuat kita kurang menikmati pekerjaan tersebut.

7. Memiliki Atasan dan Bawahan yang Baik

Tiada pekerjaan yang lebih indah jika atasan dan bawahan kita adalah orang-orang terbaik dan menyenangan. Jika kita salah, maka bos akan membantu memperbaiki dan anak buah selalu mengingatkan. Dalam bekerja atasan mengayomi dan bawahan memberikan dukungan moril dan spirituil yang baik.

8. Pekerjaan Tetap yang Berkesinambungan

Pekerjaan yang digeluti harus memberikan kepastian di masa depan. Status kepegawaian kita harus bisa menjadi pegawai / karyawan tetap setelah mengabdi untuk masa waktu tertentu. Tidak terus menerus sebagai pegawai / karyawan kontrak, honorer atau pun outsourcing.

9. Memberikan Penghargaan Jika Telah Bekerja dengan Baik

Betapa senangnya jika pekerjaan yang telah kita kerjakan dengan baik dihargai oleh perusahaan. Jika kita bekerja dengan sepenuh jika namun dihargai sama dengan orang yang kerjanya biasa-biasa saja, maka kita bisa menjadi tidak semangat dalam bekerja secara maksimal.

10. Membuat Keluarga Kita Bangga

Keluarga kita di rumah dan di luar rumah pun juga harus setuju dengan pekerjaan yang saat ini kita geluti. Akan sangat bermasalah jika profesi dan tempat kita bekerja ditentang oleh keluarga dan masyarakat umum.

11. Tidak Sering Menimbulkan Konflik / Masalah

Jika selama kita bekerja selalu memunculkan permasalahan demi permasalahan yang pelik, maka sebaiknya kita minta pindah bagian atua bila perlu carilah pekerjaan lain. Konflik / masalah yang timbul dapat merusak konsentrasi kerja dan konsentrasi di luar kerja sehingga bisa membuat hidup kita kurang bahagia.

12. Tidak Ingin Mencari Pekerjaan Lain

Yang paling penting dalam menentukan pekerjaan yang cocok atau tidak untuk diri kita sendiri adalah keinginan untuk pindah pekerjaan. Jika rasa itu ada maka sudah pasti pekerjaan itu tidak cocok. Namun jika rasa keinginan itu tidak ada, maka berarti kita sudah merasa cocok bekerja di tempat kerja kita. Beda halnya jika tidak mau cari pekerjaan lain karena memang tidak ada pekerjaan lain yang bisa kita dapatkan atau bekerja karena terpaksa oleh keadaan.

-----

Jika ada banyak point di atas yang terpenuhi, maka berarti pekerjaan yang telah kita kerjakan sudah cocok dengan diri kita. Namun jika banyak yang tidak sesuai dengan kondisi riil di tempat kita kerja, maka itu tandanya kita tidak menyukai pekerjaan yang saat ini dijalani, sehingga perlu tindak lanjut dari persoalan ini.
no image
Sekarang saya akan memberi tahu beberapa cara menjadi siswa yang sukses

1. Taqwa
Kita harus bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, karena hanya kepadanyalah kita akan kembali. Kita dapat melakukannya dengan cara :
1. Jujur
2. Bertanggung jawab
3. Menjaga kehormatan diri sendiri, keluarga, bangsa, dan orang lain

2. Disiplin dan kreatif
Displin membuat kita menjadilebih damai dan tenteram dan tidak merasa gelisah akan kesalahan yang telah dibuat. Selain itu kita juga harus kreatif agar bangsa ini berkembang dan semakin baik.

3. Berkepribadian yang matang
Kita harus memiliki kepribadian yang matang agar dapat diterima dengan baik oleh orang-orang disekitar kita. Beberapa caranya adalah :
1. Senyum
Berilah senyum terbaik mu kepada semua orang niscaya kamu akanmemnangkan hatinya dan lebih mudah berbaur
2. Salam
Berilah salam dan doakan mereka agar mereka sukses. Siapa tahu dia akan mendoakan mu juga
3. Sapa
Sapa lah mereka yang kaukenal mereka akan lebih menyangimu apabila kalian bersikap baik kepada mereka
4. Sabar
Bersabarlah dalam menghadapi musibag yang kau alami. Tuhan memnerkatimu
5. Syukur
Selalu bersyukur atas apapun yang kau dapat, ada yang lebih buruk daripada yang kau dapat .
6. Sehat
Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat maka karenaitu jagalah kesehatan mu agar tetap semangat dan sukses
7. Sugih
Sugih berarti kaya, baik harta maupun ilmu. Bila kita kaya, kita akan lebih mudah untuk memiliki kepribadian yang matang. Sugih dapat didapat dengan cara menjadi siswa yang sukses sehingga mendapat pekerjaan yang baik. Dengan begitu kita akan kaya harta maupun ilmu
8. Sukses
Bila kita sugih maka kita akan sukses, bila kita suses janganlah sombongg dan tetap rendah hati.
9. Syurga
Inilah tujuan akhir kita semua masuk surga dengan tenang. Lakukan lahh seluruh perintah Tuhan, serta jauhi larangan-Nya. Itu semua tentu lebih mudah apabila kita telah memiliki kepribadian yang matang

4. Memiliki wawasan kebangsaan
Sebagai siswa dan warga negara RI kita wajib memiliki wawasan kebangsaan agar hidup kita lebin aman,damai, tenteram dan nyaman di RI tercinta.

5. Memiliki cita-cita
Orang yang memiliki cita-cita belum tentu sukses, namun orang yang sukses pasti memiliki cita-cita. oleh maka karena itu kita harus memiliki :
1. Ambisi (Cita-cita)
2. Kemauan
3. Usaha

6. Berwawasan global
Sebagai siswa yang mendambakan kesuksesan bangsa ini tentu kita harus mengenal seluk beluk dunia ini sehingga dapat berkompetisi dengan negara lain agar negara berkembang dan lebih baik.
no image
Sebagai anak sekolah yang baik, anak-anak SD (sekolah dasar), anak-anak SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan anak-anak SMA (Sekolah Menengah Atas) maupun anak-anak SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) serta sederajat harus melalui masa-masa sekolah sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berkualitas dan berkarakter. Gagal melewati masa sekolah dapat berakibat fatal pada masa depan seorang anak sekolahan.

Dapat dipahami sifat-sifat dasar dari anak-anak dan remaja adalah ingin bersenang-senang sepuas-puasnya tanpa ada gangguan yang dapat merusak kesenangannya itu. Namun, apabila hal itu dibiarkan dapat mengakibatkan anak-anak tidak dapat menjadi individu-individu yang mandiri saat dewasa kelak. Nasib bangsa ini pun terancam ketika generasi mudanya lemah tidak siap menghadapi ancaman, tantangan, gangguan, hambatan, dan lain sebagainya.

Untuk itu untuk bisa menjadi generasi muda yang kuat dan siap bertarung dalam kebenaran, anak sekolah mulai dari sd, smp dan sma harus memperhatikan hal-hal berikut ini agar bisa sukses di dunia dan di akhirat :

1. Menguasai Ilmu Pengetahuan Teori dan Praktek

Saat sekolah adalah saat mengasah kemampuan, bukan mencari nilai setinggi-tingginya. Orang yang nilainya tinggi belum tentu sukses, namun orang yang memiliki banyak kemampuan lebih berpeluang besar lebih sukses daripada orang-orang yang semasa sekolahnya hanya mengejar nilai saja.

Jangan hanya terpaku hanya pada pelajaran yang diberikan di sekolah saja, karena lebih banyak bersifat teoritis saja. Belajar juga secara otodidak hal-hal yang lebih penting dan bersifat aplikatif seperti mesin, elektronika, dagang, kedokteran, pertanian, administrasi, komputer, pemrograman, mengetik, memasak, menjahit, dan lain sebagainya sesuai dengan minat kita.

2. Mengetahui Minat, Bakat dan Kemampuan Diri

Sangat penting untuk mengatahui bidang-bidang apa yang kita sukai dan apakah kita bisa menguasainya. Pahami kemampuan diri kita dan jangan memaksakan diri untuk mempelajari sesuatu yang kita tidak bisa menguasainya. Ada banyak orang yang batinnya tersiksa karena salah memilih bidang ilmu dan bidang pekerjaan karena adanya konflik antara minat dan kemampuan diri.

3. Mencari Tuhan dan Tujuan Hidup

Agar tidak merasa hampa dan sia-sia menjalani hidup ini sehingga bisa berakibat fatal kerena mengikuti hawa nafsu, maka sangat penting untuk menemukan Tuhan. Saat ini masih banyak orang yang ragu atas ada atau tidaknya Tuhan. Yakinkan dulu diri kita bahwa Tuhan itu benar-benar ada dengan belajar ilmu agama serta memikirkan penciptaan makhluk hidup, benda-benda, langit, bumi, dan lain sebagainya. Yang pasti tidak mungkin yang ada saat ini muncul begitu saja tanpa adanya Sang Pencipta. Dengan berhasil menemukan Tuhan dan menjadi orang yang beriman dan bertakwa, maka hidup seseorang akan jauh lebih berkualitas daripada orang-orang yang tidak mempedulikan keberadaan Tuhannya.

Dengan dasar agama yang baik, hidup seseorang jadi jauh lebih terarah, terhindar dari segala hal yang buruk dan mendekati kepada hal-hal yang baik. Tanpa iman dan takwa seseorang jadi budak nafsu saja dan menganggap bahwa setelah mati tidak akan terjadi apa-apa sehinggap hidupnya akan hampa, sempit, mengejar kenikmatan dunia, mendekati hal-hal buruk dan menyangkal hal-hal yang baik bagi dirinya. Tujuan hidup yang benar harus berlandaskan agama yang kuat sehingga hidup di dunia adalah mencari bekal untuk hidup di akhirat.

4. Banyak Bergaul dengan Orang-Orang Baik

Jangan salah memilih teman karena karena teman kita bisa terjerumus. Pilih dan dekati teman-teman yang baik biarpun mereka dianggap culun, katro, kuper, kuno, gak gaul, cemen, payah, dan lain sebagainya oleh orang-orang yang merasa bagus sendiri. Orang yang baik serta biasa-biasa saja akan jauh lebih fleksibel. Biasanya orang-orang yang bergaya high class butuh banyak uang, tenaga, waktu dan pikiran untuk memperhatikan gaya, penampilan, fasilitas, pencitraan, mode, dan lain-lain. Anak-anak atau orang-orang yang bodoh biasanya lebih banyak berkutat pada nongkrong, rokok, miras, narkoba, judi, zina, dan cara mengembangkan kebodohannya agar bisa lebih keren lagi.

5. Memahami dan Menjauhi Kebiasaan Orang Bodoh

Anak sekolah adalah anak-anak yag polos sehingga butuh banyak belajar mengenai hal-hal yang dapat memberikan pengaruh buruk pada diri sendiri maupun orang lain yang ada di sekitarnya. Dengan memahaminya maka kita bisa mengatakan tidak kepada orang-orang yang menawarkannya. Lebih baik dimusuhi sebentar oleh teman-teman yang brengsek kita daripada masa depan kita rusak seumur hidup karena dipaksa untuk setiakawan dalam keburukan. Ciptakan karakter yang kuat pada diri kita bahwa kita orang baik-baik sehingga teman-teman yang badung enggan dan sungkan untuk mengajak kita pada keburukan.

6. Menghormati Orangtua, Guru, Ulama, Orang Berilmu, Dll

Anak yang baik adalah anak yang menghormati orang-orang di sekitarnya. Belajarlah untuk menghormati dan menghargai orang lain jika kita ingin dihormati dan dihargai oleh orang lain. Jangan merasa sombong dengan tidak mau menghormati orang yang tidak selevel dengan kita. Bersikaplah baik kepada semua orang walaupun orang itu tidak mau bersikap baik kepada kita. Hormatilah orang miskin, anak kecil, orang cacat, gelandangan, yang lebih bodoh daripada kita, dan lain-lain.

7. Tidak Terjebak dalam Fanatisme Sempit

Jika masuk dalam suatu kelompok janganlah membela kelompok itu jika salah, namun berusahalah meluruskannya. Contohnya kelompok suku, agama, sekolah, kelas, negara, provinsi, kampung, genk, kampus, kelompok arisan, ormas dan lain sebagainya. Biasanya karena hal yang sepele bisa menyebabkan antar kelompok bertikai dan terlibat tawuran adu jotos satu sama lain. Gunakanlah akal daripada otot kita dalam mengatasi suatu permasalahan. Jika sulit diluruskan, maka tinggalkan saja kelompok tersebut dengan menjadi pihak yang netral.

8. Menjalani Gaya Hidup Sehat Fisik dan Mental

Yang tak kalah penting adalah menjaga tubuh kita sebaik mungkin. Jalani perilaku hidup yang sehat agar saat dewasa nanti tidak terkena penyakit maupun gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh kebiasaan di masa kecil yang tidak baik. Makan makanan yang bergizi empat sehat lima sempurna, rajin olahraga, tidak merokok, tidak narkoba, menjauhi penyakit hati (iri, dengki, sombong, dll), rajin memeriksakan diri ke dokter, menjaga berat badan, dan lain sebagainya.

9. Mempersiapkan Sikap Mandiri, Sosial dan Dewasa

Setelah menjadi anak-anak sekolah, maka nantinya akan tumbuh menjadi anak kuliahan. Setelah jadi anak kuliahan, maka akan jadi orang kantoran atau pebisnis/wirausahawan. Saat masih duduk di bangku sekolah, di bangku kuliah, maupun saat bekerja bisa saja menikah dan memiliki anak. Oleh sebab itu jadikan masa-masa puber dan masa-masa mendapat ktp pertama sebagai titik untuk mulai bersikap dewasa dan mandiri serta bersosialisasi lebih baik kepada orang lain.

10. Belajar dari Banyak Pengalaman Orang

Jangan mengulangi kesalahan-kesalahan orang-orang terdahulu, serta ulangilah kesuksesan/keberhasilan orang-orang terdahulu. Itu semua bisa kita dapati dari mempelajari pengalaman orang lain baik secara langsung maupun melalui buku, tulisan, media massa, dan lain sebagainya. Di dalam kita suci Al-Qur'an pun ada banyak petunjuk hidup serta kisah-kisah orang terdahulu yang sangat berharga bagi kita yang masih perlu banyak belajar.

-----

Dengan menjadi anak sd, anak smp dan anak sma yang kreatif, cerdas dan soleh maka masa depan bukan lagi sesuatu yang menakutkan, akan tetapi sebagai suatu peluang untuk mencari banyak penghasilan sambil berbuat kebaikan terhadap sesama. Belajar tidak lagi hanya terbatas dari buku dan di sekolah saja, namun di mana-mana. Keberhasilan menguasai kemampuan yang jarang dimiliki orang namun banyak dibutuhkan itu sangat luar biasa. Yuk mari jadi anak sekolah / pelajar / siswa-siswi yang sukses demi masa depan yang indah baik di dunia maupun di akhirat.
no image
Belajar merupakan suatu kewajiban seorang pelajar atau mahasiswa. Dengan belajar maka pelajaran yang harus kita kuasai jadi masuk sebagian ke otak kita. Untuk mendapatkan nilai ujian yang baik kita harus bisa mengingat hasil belajar tersebut pada saat ujian. Salah satu waktu belajar favorit pelajar dan mahasiswa adalah malam hari. Bagaimana cara membuat aktivitas belajar di malam hari jadi nyaman dan menyenangkan?

1. Siapkan Materi Sebelum Malam Tiba

Jika sempat, saat di sekolah atau di kampus kita sudah siap dengan materi hasil belajar di kelas yang ingin kita review lagi di rumah. Semakin banyak diulas kembali maka semakin bagus. Tinggal bagaimana kita bisa menempatkan waktunya. Siapkan materi-materi yang menarik perhatian kita untuk dipelajari di awal pembelajaran dan yang kurang menarik di akhir. Selain materi belajar, siapkan juga persiapan sekolah atau kuliah esok hari agar saat bangun tidur tinggal ibadah, mandi, sarapan dan berangkat.

2. Hilangkan Keinginan Untuk Hobi dan Main

Kita harus puas-puasi berbagai kegiatan senang-senang kita di siang dan sore hari seperti misalnya main game, main internet, main handphone, main sama teman, pacaran, jalan-jalan, dan lain sebagainya. Dengan begitu di malam hari waktunya bisa full untuk belajar dan bercengkrama dengan keluarga kita tercinta.

3. Umumkan Kegiatan Belajar Kita

Beritahu kepada keluarga bahwa kita sedang belajar, sehingga tidak akan banyak mendapat gangguan saat sedang belajar serius. Orangtua pun juga akan senang mendengar pemberitahuan dari kita yang mau belajar sungguh-sungguh. Jangan berbohong dengan tidak belajar dan melakukan aktivitas lain, karena nanti kita bisa tidak dipercaya lagi karena suka bohong.

4. Tentukan Waktu Mulai dan Selesai

Biasakan terjadwal dengan rapi agar kita bisa mengira-ngira seberapa banyak materi yang bisa kita pelajari. Jangan biasakan bergadang hingga larut malam karena bisa mempengaruhi daya konsentrasi belajar kita esok hari di sekolah atau di kampus. Usahakan mematuhi jadwal yang ada agar hasilnya bisa maksimal.

5. Siapkan Break/Waktu Istirahat Yang Menyenangkan

Jangan belajar terus-menerus tanpa istirahat, karena bisa membuat kita sakit mata, pegal-pegal, mudah mengantuk, dan lain sebagainya. Setiap 30 menit sekali usahakan untuk bisa meluangkan waktu sekitar 10 menit untuk rehat sebentar untuk memecahkan ketegangan kita. Bisa diisi dengan ngobrol dengan keluarga, jalan-jalan di sekitar rumah, makan makanan ringan, minum air, dan lain sebagainya. Hindari melihat tv, membaca majalah, koran, dan lain sebagainya karena bisa membuat kita terpaku dan akhirnya kebablasan kehilangan banyak waktu.

6. Kerjakan Tugas PR (Pekerjaan Rumah) Sebelum Belajar

Jangan lupa untuk membuat PR agar tidak ketiduran sebelum membuat PR. Guru atau dosen kita bisa marah besar jika tugas yang diberikan tidak bisa kita selesaikan dengan baik. Percuma belajar sungguh-sungguh jika nilai harian pendukung nilai akhir kita jelek karena kekurangdisiplinan kita.
no image
Tawuran adalah suatu tindakan anarkis yang dilakukan oleh dua kelompok dalam bentuk perkelahian masal di tempat umum sehingga menimbulkan keributan dan rasa ketakutan (teror) pada warga yang ada di sekitar tempat kejadian perkara tawuran. Tawuran bisa terjadi antar pelajar sekolah, antar mahasiswa kampus, antar warga, antar pendukung / suporter, antar pemeluk agama, antar suku, dan bisa juga antara warga dengan pelajar, antara pendukung parpol dengan polisi dan lain sebagainya.

Tawuran yang paling sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari adalah tawuran pelajar sekolah. Tawuran antar murid sekolah biasanya terjadi karena berbagai hal, yaitu seperti :
- Budaya atau kebiasaan murid sekolah dari dulu
- Saling pelotot-pelototan antar pelajar sekolah
- Saling ejek-mengejek antar pelajar sekolah
- Ingin balas dendam karena ada yang diganggu
- Keributan imbas dari suatu pertandingan atau perlombaan, dll

Tawuran pelajar yang sudah menjadi budaya akan sulit diberantas karena siswa siswi yang bandel akan menjadi provokator tawuran dan memaksa teman-temannya serta adik kelas untuk ikut ambil bagian dalam tawuran antar pelajar. Bagi yang tidak ikut tawuran biasanya akan dimusuhi, dikerjai, dimaki-maki, diejek, difitnah, bahkan bisa diperlakukan kasar dari para pelajar nakal.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memberantas tawuran pelajar dari muka bumi indonesia, yaitu seperti :

1. Membuat Peraturan Sekolah Yang Tegas

Bagi siswa siswi yang terlibat dalam tawuran akan dikeluarkan dari sekolah. Jika semua siswa terlibat tawuran maka sekolah akan memberhentikan semua siswa dan melakukan penerimaan siswa baru dan pindahan. Setiap pelajar siswa siswi harus dibuat takut dengan berbagai hukuman yang akan diterima jika ikut serta dalam aksi tawuran. Bagi yang membawa senjata tajam dan senjata khas tawuran lainnya juga harus diberi sanksi.

2. Memberikan Pendidikan Anti Tawuran

Pelajar diberikan pemahaman tentang tata cara menghancurkan akar-akan penyebab tawuran dengan melakukan tindakan-tindakan tanpa kekerasan jika terjadi suatu hal, selalu berperilaku sopan dan melaporkan rencana pelajar-pelajar badung yang merencanakan penyerangan terhadap pelajar sekolah lain. Jika diserang diajarkan untuk mengalah dan tidak melakukan serangan balasan, kecuali terpaksa.

3. Memisahkan Pelajar Berotak Kriminal dari Yang Lain

Setiap manusia memiliki sifat bawaan masing-masing. Ada yang baik, yang sedang dan ada yang kriminil. Daripada menularkan sifat jahatnya kepada siswa yang lain lebih baik diidentifikasi dari awal dan dilakukan bimbingan konseling tingkat tinggi untuk menghilangkan sifat-sifat jahat dari diri siswa tersebut. Jika tidak bisa dan tetap berpotensi tinggi membahayakan yang lain segera keluarkan dari sekolah.

4. Kolaborasi Belajar Bersama Antar Sekolah

Selama ini belajar di sekolah hanya di situ-situ saja sehingga tidak saling kenal mengenal antar pelajar sekolah yang satu dengan yang lainnya. Seharusnya ada kegiatan belajar gabungan antar sekolah yang berdekatan secara lokasi dan memiliki kecenderungan untuk terjadi tawuran pelajar. Dengan saling kenal mengenal karena sering bertemu dan berinteraksi maka jika terjadi masalah tidak akan lari ke tawuran pelajar, namun diselesaikan dengan cara baik-baik.

5. Membuat Program Ekstrakurikuler Tawuran

Diharapkan setiap sekolah membuat ekskul konsep baru bertema tawuran, namun tawuran pelajar yang mendidik, misalnya tawuran ilmu, tawuran olahraga, tawuran otak, tawuran dakwah, tawuran cinta, dan lain sebagainya yang bersifat positif. Tawuran-tawuran ini sebaiknya bukan bersifat kompetisi, tetapi bersifat saling mengisi dan bekerjasama sehingga bisa bergabung dengan ekskul yang sama di sekolah lain.

----

Dengan berbagai terobosan-terobosan baru dalam hal kegiatan menanggulangi tawuran pelajar antar sekolah secara perlahan akan menciptakan persepsi di mana tawuran itu adalah kegiatan bodoh yang sia-sia sehingga tidak layak ikut serta. Diharapkan lama-kelamaan tawuran akan segera punah dari dunia pelajar indonesia.
no image
Nih aku kasih tahu caranya untuk bisa menguasai pelajaran secara efektif :

1. Harus bisa MANAGE waktu
atur waktu yang tepat buat konsen sepenuhnya saat kamu belajar, pikiran kamu harus benar-benar tenang dan serius.

2. Tekuni pelajaran yang disukai
jangan gampang ngeluh dan mudah putus asa kalau sudah bingung.

3. Banyak latihan dan explore bakat yang masih berhubungan sama pelajaran yang disuka
selagi masih ada kesempatan buat ngembangin kemampuan kamu, Why not? Tetap semangat ya buat ngewujudin impian/cita-cita kamu.

4. Cari referensi buat nambah wawasan
jangan terpaku pada satu sumber informasi saja, cari bahan sebanyak-banyaknya supaya kamu bisa mengambil banyak ilmu.

5. Tetap ikhtiar / berusaha sekuat tenaga
walaupun semua tahap sudah kamu lakukan, baik nantinya sukses maupun tertunda, kamu harus tetap berusaha dan berdo'a, semua kita serahkan kepada ALLAH SWT.

LET'S TRY IT
good Luck

buat generasi penerus bangsa, tetap semangat ya,, tetap harus cari solusi di berbagai tekhnologi canggih yang udah disediakan untuk kalian. kita tinggal ngisi kemerdekaan doank kok dengan cara membuat bangsa ini maju dan tidak terpuruk. Banyak qok masalah yang qita hadapi masing-masing, saya pun punya masalah, jadi qita saling mengisi ia satu sama lain supaya berbagai macam masalah bisa dipecahkan dengan jalan damai.