Startup adalah bisnis berbasis teknologi yang tengah marak belakangan ini. Kisah sukses startup yang baru merintis dan berubah menjadi raksasa berkat pendanaan besar kian banyak bermunculan. Banyak pemuda yang berusaha buat mencoba peruntungan dengan mendirikan startup baru.

Idealnya, industri yang berbasis teknologi ini memerlukan orang-orang top buat bisa berkembang. Mereka yang memiliki banyak pengalaman asam garam patut dipekerjakan demi mencapai tujuan-tujuannya. Mereka mesti mengisi posisi-posisi penting seperti CEO, CTO, dan CMO.


Chief Executive Officer (CEO), sebagai perwakilan perusahaan startup tesebut yang posisinya sangat penting. Di antara tugasnya ada merancang visi perusahaan, dan menjalankan program kerja agar tujuan tercapai termasuk dengan strategi bisnis.

Ada juga Chief Technical Officer (CTO) seorang yang harus ahli dalam bidang teknologi karena ia akan mengawal dan memimpin tim engineer. Kemudian Chief Marketing Officer (CMO) posisi krusial ini bertanggung jawab terhadap segala kegiatan pemasaran, termasuk riset dan pengembangan strategi pemasaran.

Di bawah peran penting tersebut, masih ada beberapa posisi-posisi yang membantunya. Tapi di dunia startup terutama yang baru merintis, kamu bisa saja gak menemukan posisi yang umum ada di perusahaan-perusahaan besar, apa aja itu?

1. Driver


Startup biasanya gak membutuhkan driver atau sopir, (Ilustrasi/Shutterstock).
Posisi ini jarang banget ditemuin di startup, apalagi yang masih merintis. Memang sih posisi driver ini sangat membantu banget buat kelangsungan mobilitas perusahaan, tapi ternyata gak terlalu dibutuhkan.

Karena mau gak mau, perusahaan harus rela mengeluarkan uang lebih buat posisi ini, termasuk membeli sebuah mobil operasional yang harganya gak murah. Anggap aja harga mobil sekitar Rp 150 jutaan dengan biaya sebesar itu, mereka lebih baik menggunakan buat pengembangan perusahaan di bidang lainnya.

Ketimbang mempekerjakan driver dan membeli mobil seharga ratusan juta, lebih baik naik angkutan umum buat ketemu klien yang jelas lebih murah.

2. Front office atau resepsionis


Front office atau resepsionis biasanya juga gak terlalu diperlukan di startup yang baru merintis, (Ilustrasi/Shutterstock).
Bagi startup yang meirintis, posisi ini gak terlalu dibutuhkan banget. Mengingat jumlah karyawannya yang gak terlalu banyak dengan ruang kerja gak terlalu besar juga jadi posisi resepsionis gak diperlukan.

Jika ada tamu yang datang, seluruh staff bisa membantunya buat menanyakan keperluannya. Selain itu, rata-rata kalau ada janjian dengan klien, karyawan yang bersangkutan pun bakal menyambutnya secara langsung.

Tapi mungkin, jika startup tersebut udah mulai besar dengan jumlah karyawan ratusan, posisi tersebut layak buat diperhitungkan. Tujuannya ya agar segala alur dan agenda di perusahaan dapat berjalan dengan baik.


3. Public Relation


Public Relation atau humas merupakan posisi yang gak terlalu dibutuhkan, (Ilustrasi/Shutterstock).
Semua perusahaan pasti memiliki divisi public relation atau hubungan kemasyarakatan. Fungsi utama buat menjaga hubungan baik dengan klien, masyarakat luas, atau bahkan dengan insan pers.

Selain itu, mereka juga memiliki tugas buat menyebarkan berita-berita positif tentang perusahaan. Ketika ada berita negatif, mereka pun harus bisa menepisnya dengan klarifikasi-klarifikasi yang positif. Intinya, public relation memiliki tugas mulia buat mengenalkan perusahaan ke berbagai kalangan.

Apakah posisi ini penting buat startup yang baru merintis? Tergantung dari kebutuhan dan jenisnya. Tapi umumnya dalam menjalin hubungan dengan masyarakat luas mereka langsung mengandalkan para petinggi seperti CEO. Karena CEO sendiri udah memiliki pengetahuan lebih tentang perusahaan ketimbang harus memperkerjakan seseorang di posisi humas.

4. Sales


Kegiatan sales sendiri udah pasti menjualkan produk yang dimiliki suatu perusahaan. Kalau di perusahaan startup yang baru dibangun, ada baiknya gak perlu merekrut orang di posisi ini asalkan kamu udah memiliki posisi marketing.

Tugas marketing dan sales berbeda, jika sales hanya menjual, marketing mesti memikirkan strategi pemasaran yang kemudian diterapkan oleh sales.

Nah, bagi startup kecil, proses menjual bisa juga dilakukan oleh marketing. Jadi marketing memiliki tugas berat buat mengatur strategi sekaligus menjual. Semua ini dilakukan demi menekan biaya produksi. Tapi kalau nanti suatu saat bisnis startup udah berkembang pesat, barulah posisi sales diperlukan.

5. Maintenance gedung


Posisi ini memiliki tugas buat mengelola dan memelihara gedung. Mulai dari mengecek segala kelistrikan, lift, hingga mengecek segala mesin-mesin operasional gedung. Nah, dari tugasnya aja udah jelas banget gak dibutuhkan buat startup yang masih merintis.

Karena rata-rata mereka menyewa ruang kerja sendiri atau coworking space. Jadi soal keadaan dan fasilitas gedung udah menjadi tanggung jawab pengelola coworking space.

Tapi ada juga startup kecil yang memilih buat menggunakan sebuah rumah sebagai kantor mereka. Dalam kasus ini, kalau ada kendala, biasanya mereka memanggil pihak luar. Misalnya kalau ada masalah di kelistrikan, mereka memanggi petugas PLN, kalau ada masalah air, mereka memanggil tukang servis pompa air.

Karena kan mubazir banget kalau startup kecil harus membayar gaji bulanan buat posisi maintenance gedung, sementara mereka aja gak punya gedung.

Itu tadi posisi-posisi yang jarang ditemukan di startup yang masih merintis. Tapi semuanya itu disesuaikan dengan keperluan startup itu sendiri ya. Apalagi kalau udah mulai berkembang dan menjadi perusahaan besar, pastinya kebutuhan akan tenaga kerja di atas bakal sangat dibutuhkan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: